Feb 28, 2014

Apakah Nasi Goreng Memiliki Kandungan Akrilamid?

  
Pastinya kamu sudah tidak asing lagi dengan Nasi Goreng. Makanan yang disenangi oleh presiden Obama pada saat kecil ini benar-benar gampang didapati nyaris di semua penjuru Indonesia hingga dunia. Kerapkali makanan ini di sajikan dengan telur goreng ataupun daging sebagai menu sarapan. Juga, tidak sedikit orang yang jadikan nasi goreng sebagai makanan favoritnya. Tetapi, apakah kamu tahu bila nasi goreng yang enak serta sering kita santap memiliki kandungan akrilamid?

Akrilamid adalah senyawa penyusun poliakrilamid yang kerap dipakai dalam pembuatan plastik, kertas, ataupun tekstil. Tetapi, senyawa ini dapat juga muncul pada makanan. Terutama, bila terkonsumsi dalam jumlah yang banyak akan beresiko, hingga punya potensi mengakibatkan kanker. Suatu studi oleh WHO pada tahun 2002 menyebutkan bahwasanya akrilamid dapat dibuktikan mengakibatkan tumor pada sebagian organ hewan percobaan mulai dari otak, organ jantung, kulit, dan juga ginjal.

Instansi Administrasi Pangan Nasional Swedia (NFA) pada tahun 2002 menyebutkan bahwasanya akrilamid terdapat pada makanan berkarbohidrat yang telah dimasak dengan suhu tinggi (kian lebih 120°C) seperti halnya digoreng, dipanggang, ataupun dibakar. Hasil riset tunjukkan bahwasanya dalam 1 kg sampel nasi goreng memiliki kandungan akrilamid sampai 60 µg, sedang nasi kukus tak memiliki kandungan akrilamid terlalu banyak. Sudah pasti jumlahnya lebih rendah dibanding kandungan keripik pisang yang memiliki 770 µg/kg, dan juga keripik kentang yang memiliki 1700 µg/kg.

Beresiko ataupun tidak, akrilamid bagi tubuh kita ditentukan pada jumlah yang dikonsumsi setiap harinya. Suatu survey menyampaikan jumlah akrilamid rata-rata yang biasa dikonsumsi orang-orang Hongkong pada tahun 2002 sebesar 0, 3 µg/kg berat badan untuk tiap-tiap harinya. Jumlahnya pada usia anak-anak sekolah ternyata lebih tinggi yakni 0, 4 µg/kg berat badan tiap-tiap harinya. Hal semacam ini bisa saja dikarenakan anak-anak suka dengan product gorengan, seperti halnya nasi goreng, keripik kentang, serta product makanan sejenisnya. Mungkin saja jumlah yang dikonsumsi oleh orang-orang Indonesia lebih tinggi dari jumlah tersebut dikarenakan sebagian besar  masyarakat Indonesia menyukai nasi goreng dan kerap konsumsi makanan gorengan.


Mengingat bahwa sering serta mudahnya menjumpai, serta mengkonsumsi makanan gorengan di Indonesia, memang susah untuk hindari terkonsumsinya akrilamid lewat makanan gorengan. Tetapi, untuk kurangi kemungkinan timbulnya akrilamid pada makanan, baiknya janganlah memasak makanan menggunakan suhu terlampau tinggi atau terlampau lama. Konsumsilah makanan dengan cara seimbang serta beragam dan memperbanyak konsumsi buah plus sayuran. Selektif dalam menentukan jajanan juga baiknya mulai diaplikasikan bagi kesehatan kita.