Apr 10, 2013

Dampak Negatif Marah Bagi Kesehatan

Bayi marah
Marah merupakan sesuatu yang manusawi. Setiap orang pasti pernah merasakan marah dalam hidupnya. Bahkan ada yang sering marah-marah dan akhirnya mendapat predikat sebagai pemarah.

Tapi tahukah Anda bahwa keseringan marah-marah dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan? Baik itu kesehatan jasmani maupun kesehatan mental.

Seperti dikutip Gen22 dari laman health, berikut ini 6 dampak negatif marah bagi kesehatan Anda:

1. Stres Berkepanjangan

Stres adalah efek samping yang terjadi akibat amarah yang meledak-ledak. Biasanya stres akan muncul ketika amarah sudah mereda, dan ini bisa menjadi stres yang berkepanjangan. Saat marah, tubuh memproduksi hormon kortisol, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal yang dapat meningkatkan tekanan darah dan gula darah. Tentu hal ini tidak baik bagi penderita tekanan darah tinggi dan diabetes.

2. Tekanan Darah Tinggi

Saat marah, tekanan darah dalam tubuh akan meningkat seiring dengan meningkatnya detak jantung. Jika terjadi dalam waktu yang lama, tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak (stroke).

3. Gangguan Pernapasan

Orang-orang yang menderita asma juga patut waspada saat meluapkan amarahnya. Pasalnya, penderita asma akan semakin sulit untuk bernapas saat sedang marah, mengingat peningkatan detak jantung membutuhkan oksigen yang lebih banyak dan membuat napas menjadi tersengal-sengal.

4. Sakit Kepala

Peningkatan tekanan darah dan detak jantung saat marah juga dapat membuat pembuluh darah di kepala semakin berdenyut cepat. Inilah yang dapat memicu sakit kepala dan memperburuk kondisi kesehatan Anda.

5. Gangguan Susah Tidur

Stres, sakit kepala, dan kondisi psikis yang belum stabil akan membuat Anda sulit untuk beristirahat. Bahkan untuk tidur beberapa menit saja, tubuh Anda tidak mau diajak kompromi. Jika ini yang terjadi, maka daya tahan tubuh Anda akan menurun dan lebih rentan terkena berbagai penyakit.

Sebaiknya sebelum meluapkan amarah, tariklah napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Cara ini bisa membantu mengendalikan luapan amarah yang dapat merugikan kesehatan Anda.

6. Serangan Jantung

Sebuah studi ilmiah di Swedia menunjukkan bahwa luapan emosi saat marah dapat meningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Marah juga berpotensi memperlemah sistem kekebalan tubuh sehingga mereka yang memiliki sifat temperamen cenderung mudah sakit.

Para ahli menyatakan, saat marah datang detak jantung akan meningkat menjadi 180 detak jantung/menit, sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen dan membuat napas menjadi sesak. Inilah yang dapat memperburuk kondisi jantung.

Ada Pepatah bijak mengatakan "Ketika kamu kamu menunjukkan kemarahanmu pada semua orang, saat itulah semua orang melihatmu sebagai orang yang menyebalkan." So, jangan suka marah-marah ya guys...