Cerpen Islami: ROSARIO

Bersama Sukses
ROSARIO
oleh: Poety Puthy Poety “K”

               Sudah lebih dari lima tahun kita berteman, mengenalnya sangat menyenangkan. Waktulah menundukkan perasaanku, sayang tak berani sedikitpun Aku mengungkap rasa yang tersimpan didalam hati. Bahkan Aku selalu setia pada perasaanku yang tak pernah ia ketahui.

Cerpen Islami Rosario

               Sore ini Aku menunggunya di coffee shop dekat pantai dimana biasanya kita menghabiskan waktu bersama untuk sekedar surfing di akhir pekan. Aku pun rela menjadi cewek keling karena seringnya memaparkan kulitku dibawah teriknya matahari saat bermain surfing bersamanya.
               Berkali kali Aku menyakinkan hatiku untuk memulai tapi rasanya begitu sulit terhalang rasa kepercayaan yang berbeda. Belum juga datang padahal sudah hampir habis hot chocolateku dan hari juga sudah mulai petang. Aku kembali membuka buku dan ku lanjutkan membaca halaman selanjutnya. Ajari Aku Cinta Secara Islami itulah judul buku yang ku baca.
               “Grace……… sorry lama tadi jalan macet……” ucap Damar yang sudah berdiri di depanku sambil menarik kursi untuknya.
               “iya…. nyantai ja Dam……” Jawabku sambil kutaruh bukuku diatas meja. Damar membaca judul buku yang Aku baca. Dia tersenyum setelah membaca dan melihat tattoo Rosario di pergelangan tanganku.
               “Dam…. besok jalan yuk….. hunting papan surfing baru…..” Ajakku pada Damar yang terus menatapku.
               “iya dech…. Buat Loe apa sih yang nggak…” ucap Damar sambil melempar senyum manisnya padaku.
               Aku masih belum bisa tidur padahal sudah hampir pagi. Aku duduk di balkon dengan menggenggam erat Al Quran di tanganku. Aku sudah membacanya berkali kali setelah Aku mengenal Damar. Aku belajar membaca dan mengerti artinya dari seorang teman di Kantor. Aku paham ajaran dan sejarah islam, tak ada salahnya menjadi lebih baik. Itulah yang ada di benakku setiap kali belajar memahami Islam.
               Aku memandangi pergelangan tanganku yang berhias tattoo kecil gambar Rosario. Inikah yang menghalangiku untuk berani mengunggkapkan rasa sayangku pada Damar selama ini dan begitupun Damar sebaliknya.
               Esoknya Aku menemui temanku di tempat prakteknya. Aku meminta temanku yang seorang dokter kulit itu untuk menghapus tattooku. Perlahan Tattooku terhapus dan pergelangan tanganku kembali bersih.
               “Apa ini karena Damar Grace?” Tanya temanku sambil tersenyum.
               “nggaklah….tapi karena Aku ingin menjadi muslimah…..” jawabku.

***
               Aku semakin yakin dengan keputusanku, Aku tidak lagi takut memilih untuk jalan hidupku nanti. Aku memasuki butik pakaian muslimah. Beberapa saat Aku memilih baju Kaftan panjang dengan jilbab berwarna putih, Aku langsung memakainya saat itu juga sambil menunggu Damar menjemputku di butik. Aku tidak bisa menebak ekspresinya saat melihatku nanti yang sudah berubah tampilan.
               “Grace….nggak salah??” kata Damar dengan wajah yang terkejut. Aku hanya tersenyum lalu Aku meminta dia untuk membawaku ke pemuka Agama. Damar menunaikan Ibadah sholat dzuhur, sementara Aku duduk di dalam mobil menunggunya.
               Selesai sholat Damar memanggilku dan menyuruhku masuk ke dalam masjid. Aku duduk di hadapan seorang ulama. Dengan setulus hati dan hanya karena Allah Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah Rasul Allah. Rasa lega dan bahagia membuncah di hati setelah Aku selesai mengucapkan kalimat syahadat. Sekarang Aku menjadi wanita muslimah.
               Malamnya Damar menemuiku di rumah. Dia membawa parcel yang cantik ada Mukennah juga Jilbab di dalamnya serta Al Quran berukuran sedang bersampul warna emas yang mengkilat.
               “ Grace…. Aku bahagia walaupun Aku tau kamu dengan ikhlas menjadi muslimah karena Allah SWT…. Tapi Aku akan lebih bahagia jika kau mau menjadi muhrim bagiku, Grace……??” Mendengar ucapan Damar jantungku berdegup kencang. Betapa lamanya Aku menantikan Dia mengucapkan kata kata itu dari dulu.

***
               Malam begitu Indah hingga rasanya tak dapat tertidur karena teringat dan bahagianya di pinang oleh orang yang selama ini Aku sayang. Tapi seketika berubah menjadi gelisah saat pagi buta Adik Damar memberitahuku untuk segera datang ke rumah sakit.
               Melihat Damar terbaring dan tak lagi dapat berbicara hanya tangannya saja yang menggenggam erat tanganku. Perlahan tak lagi kurasakan erat dan terlepas pelan pelan. Tangisku membuncah saat kenyataan yang ku dapat dia meninggalkanku sebelum Aku menjadi muhrim baginya.
               Waktu berlalu kesedihanku masih sedikit terasa. Tak mudah tapi inilah takdir yang harus Aku terima. Tuhan mengirim malaikat dalam hidupku yang membuatku sadar bahwa islam itu indah dan membiarkanku memeluk keyakinan yang indah. Aku ikhlas Engkau ambil kembali malaikatku karena kecintaanku padamu ya Allah
*****



Poety Puthy Poety “K”
Ditulis oleh Lukas Gentara

Masukkan email kamu untuk mendapatkan update artikel terbaru:

Delivered by FeedBurner