ARTI SEBUAH PERSAHABATAN dan CINTA SEJATI

Bersama Sukses
Malam semakin larut Lamunan Dinda pun seakan tersadar kembali, khayalan tentang masa kecil dulu yang sering dilalui dengan sahabatnya yang akrab disebut Bella, dari kecil mereka memang sudah akrab yaw maklumlah rumah mereka tetanggaan, dulu waktu lahir juga di Rumah Sakit yang sama, dan yang lebih membuat mereka berdua akrab karena mereka memiliki Hobby yang sama yaitu Shopping dan Nonton Film terutama Harry Potter, apalagi Bella yang terobsesi banget sama ketampanan dan kepandaian Daniel Radclif, hehe

Cerpen Arti Persahabatan
               “ Dinda sudah malam, ayow tidur besuk kesiangan loh, kan harus berangkat pagi sayang “. Teriak Mama Dinda dari dalam rumah.
               “ Iyaw Ma….Hufft mama nich, kan lagi asyik “. Jawab Dinda sambil menggerutu.
               Akhirnya Dinda beranjak dari tempat itu dan lansung menuju ke kamarnya untuk istirahat, kan besuk dah masuk sekolah setelah libur panjang hampir 2 Minggu, dan besuk adalah hari pertama dia masuk sekolah sebagai Murid kelas 2 SMA Negeri Bina Bangsa.
               Liburan yang panjang itu Dinda habiskan di Bandung di Rumah Neneknya, dan yang lebih berkesan dalam liburannya adalah ketika Dinda bertemu seorang cwok yang super ganteng, baik dan Ramah banget. Dan itu bisa jadi oleh – oleh liburan yang bakal di ceritain kepada sahabat karibnya yaitu Bella yang jauh lebih beruntung karena Bella berlibur ke Singapura bersama Mama dan Papanya.
               Pagi menjelang Mentari esok pun bersinar sangat cerah menyinari bumi ini, Dinda yang baru bangun dari tidurnya cepet – cepet beranjak dan pergi mandi, salahnya sendiri setelah sholat subuh bukannya belajar malah tidur lagi jadi kesiangan dech. Setelah mandi Dinda gak sempet sarapan lansung menghampiri Bella yang sudah menunggu di depan Rumahnya, dan mereka berangkat Bareng dengan menaiki sepeda kesayangannya. Wajah keduanya terlihat sangat senang dan ceria karena liburan yang mereka habiskan kemaren ternyata mempunyai cerita yang sangat menggembirakan.
               Setelah tiba di sekolah keduanya lansung memarkinkan sepedanya dan lansung menuju ke Papan Pengumuman sekolah untuk melihat Kelas mereka, dan ternyata mereka berdua sekelas lagi yaitu di kela 2 IPA, mereka emang mengambil jurusan IPA karena itulah pelajaran favorit mereka berdua. sambil menuju kekelasnya mereka berdua saling bercerita tentang keasyikan liburan kemarin.
               “ Din, seneng banget dech kemaren liburannya “. Bella memulai pembicaraannya dengan nada ceria penuh semangat.
               “ Iyaw percaya dech, pasti asyik banget tuch bisa jalan – jalan keluar Negeri, kamu sich gak ngajak – ngajak, hufft “. Jawab Nia sambil ngeledek sahabatnya itu.
               “ He….he…maaf Sob, tenang aja ada oleh – oleh kx buat sahabat ku yang paling baik dan cantik ini “. Rayu Bella sambil tersenyum.
               “ Wah Beneran nich, makasih Bellaqu sayang “. Tanggapan Dinda antusias.
               “ Okey, masak sich aq lupa ma sahabat qu yang paling baik ini, eh yaw trus liburan kamu gimana kemaren, pasti seru juga dunx “. Tanya Bella kepada Dinda dengan Nada penuh keingintahuan.
               “ Hmmm…… pastinya seru banget dunx, yaw meskipun aku dah sering liburan ke Bandung tapi kali ini ada yang buat liburan qu jadi spesial banget “. Jawab Dinda dengan Nada penuh semangat.
               “ Wah……apaan tuch , cerita dunx, jangan buat penasaran dech “. Tanya Bella penasaran.
               “ Aku disana ketemu cwox yang super cakep banget, dan orangnya baek dech tapi sayangnya aq cuman sekali ketemu dia, dan waktu aq pulang gak ketemu lagi dech “. Jawab Dinda dengan nada sedikit menyesal.
               “ Terus….terus…..kamu tau namanya gak, terus minta nomer HP nya gak “. Tanya Bella sanking semangtnya mendengar cerita Dinda.
               “ Huuuu……dah dibilang, aku ketemu dia sekali jadi mana sempet nanya nama sama no HP, lagian gengsi dong kalu harus cwex yang minta duluan, sory yaw….hehe “. Jawab Dinda dengan nada sedikit menyesal.
               “ Yach……gak apa – apa dunx, kamu kalah cepet sich, seharusnya moment itu jangan disia – sia kan “. Ledek Bella menyalahkan.
               “ Biarin, lagian aku juga biasa – biasa aja, gak ketemu lagi juga gak apa – apa “. Jawab Dinda manyun.
               “ Yakin gak nyesel……??? “. Ledek Bella.
               Setelah berbincangan mereka seleasai tiba – tiba bel masuk berbunyi sangat keras dan itu artinya harus mengikuti pelajaran, dan untungnya pihak sekolah masih baik hati di hari pertama ini sama sekali gak ada pelajaran alias bebas. Huh senangnya…….
               Keesokan harinya seperti biasah mereka berangkat berdua, dan setelah meletakkan sepeda kesayangannya mereka lansung pergi menuju kelas barunya. Sebelum mereka masuk ke kelas tiba – tiba mereka tidak sengaja melihat segerombolan cwek – cwek yang sedang gosip membicarakan siswa baru.
               “ Eh…Din, katanya hari ini ada siswa baru yach “. Tanya Bella penasaran.
               “ Mana aq taw, kita kan berangkat bareng jadi emang gue pikirin “. Jawab Dinda cuek.
               “ Eh…jangan salah katanya dia ganteng banget loch tapi dia kelas 3 IPA dan katanya dia pindahan dari Bandung “. Kata Bella menjelaskan.
               “ Yaw…..terus apa hubungannya sama aku, yaw udah masuk yuk “. Ajak Dinda sambil menarik tangan Bella.
               Waktu istirahat kedua sahabat ini menuju ke kantin sanking lapernya, dan tanpa senganja kedua sahabat ini melihat cwok baru kakak kelasnya itu sedang bermain basket bersama teman – temannya. Hebat yach baru masuk sekolah tapi udah diajak gabung ke tim basket yaw memang cwox yang satu ini selain ganteng dan baik dia juga jago basket sich. Jadi gak heran dech kalau lansung diajak ke tim basket. Saat itu langkah Bella tiba – tiba berhenti melihat cwok itu, dan anehnya yang tadinya perut udah laper banget sekarang malah gak enak makan gara – gara melihat cwok super cakep itu. Hehe
               “ Dinda……tunggu, sumpah cakep banget tuch cwox, beneran dech kayak Daniel Radclife, jago basket lagi “. Khayal Bella nglantur.
               “ Loe kenapa sich, dasar loe mana ada cwok yang setampan daniel Radclife disini, jangan ngimpi dech, ayow buruan, gue laper nich “. Kata Dinda sambil menarik tangan temennya ini.
               Dan tangan Dinda pun terlepas saat Dinda menoleh ke arah cwox itu dan kebetulan banget cwok itu juga pas banget menoleh ke arah Dinda, kedua mata saling bertemu meskipun jarak yang sangat jauh tapi seakan tatapan mata itu mempunyai arti bagi keduanya. Dan Dinda lebih terkejut saat menyadari kalau cwok itu adalah cwox yang ditemuinya di Bandung saat dia liburan, akhirnya takdir menemukan mereka kembali dalam satu sekolah.
               “ Dinda…..tu kan loe juga kaget kan “. Suara Bella menyadarkan lamunan Dinda.
               “ Bella, ternyata dia adalah cwok yang aku ceritain “. Jawab Dinda masih tidak menyangka.
               “ Maksud kamu, dia cwox yang ketemu kamu di Bandung ? “. Tebak Bella kaget.
               “ Iyaw bel, bener banget “. Jawab Dinda masih mengagumi cwox itu.
               “ Owh….pantes nglihatnya sampe gituw banget, loe suka yach ma dia “. Jawab Bella sedih karena merasa tersaingi oleh sahabatnya.
               “ Ha……suka, yaw gak mungkin lah, aku cuman kaget aja kox “. Jawab Dinda bohong.
               “ Beneran Din, jadi loe bisa donx jomblangin aku sama dia, sumpah yach tu cwok idola aku banget, seandainya aku tau nama dia “. Jawab bella kegirangan.
               “ Gue kan belum tau namanya, yaw ntar gue cari tau dulu, apa sich yang gak buat sahabat aku “. Jawab Dinda berbohong lagi demi sahabatnya.
               Dinda terpaksa berbohong karena Dinda tau dari awal ketemu Bella sudah sanagt mengagumi cwok itu dan Dinda gak mungkin jujur kalau sebenarnya dari awal ketemu Dinda sudah menyukai cwok itu. Karena itu sama saja menghancurkan impian sahabatnya itu untuk mendapatkan cinta Kak Dias dan Dinda gak mau itu terjadi.
***

               Keesokan harinya Bella berusaha keras untuk mencari tau tentang kakak kelasnya yang sangat dia kagumi itu, dan akhirnya Bella berhasil mengumpulkan informasi tentang cwok itu, dan cwok itu biasa di panggil Dias, semua tentang Dias Bella berusaha mencari tau karena dia bener – bener berusaha untuk bisa deket dengan dia, dan Dinda sebagai shabatnya hanya bisa membantu dengan sedikit rasa cemburu yang ada didalam hatinya, gimana gak kalau cwok yang ingin dia comblangin ke sahabatnya itu adalah cwok yang dia sukai.
               Awalnya Dinda menolak untuk mencombalngkan Bella dengan cwok itu, tapi karena Dinda gak pengen Bella tau tentang perasaannya terhadap Kak Dias jadi terpaksa Dinda mau dan berusaha untuk menjomblangkan Bella dengan Kak Dias.
               “ Bagaimana Din, loe udah temenan sama Kak Dias, ntar jangan lupa yach perjanjian kita buat kamu menjomblangkan aku sama Kak Dias “. Tanya Bella bersemangat sekali.
               “ Okey, siip dech pasti Bel “. Jawab Dinda sedikit berat.
               Pendekatan pun mulai dilakukan Dinda kepada Kak Dias, dan gak nyangka ternyata Kak Dias juga masih mengenali Dinda yaitu Cwex yang ia temui di Bandung, dengan asyiknya mereka ngobrol sampai – sampai lupa waktu, dan disana Bella merasa cemburu melihat kedekatan mereka yang dia lihat dari jauh.
               Setelah pulang sekolah Bella menanyakan kepada Dinda, dan saat itu Dinda lansung merasa bersalah kepada Bella, dan besuk Dinda bermaksud untuk mempertemukan Bella dengan Kak Dias. Setelah mendengar itu Bella jadi lega ternyata Dinda gak lupa akan janjinya dan Bella merasa menyesal karena udah salah paham dengan Dinda.
               Keesokan harinya Dinda mengajak Bella untuk bertemu Kak Dias di taman, setelah mereka pulang sekolah.
               “ Kak, kenalin ini Bella, temenqu yang waktu itu aku ceritaiin ke kakak “. Kata Dinda memperkenalkan sahabatnya itu.
               “ Hai bella, aku Dias “. Kata Dias memulai perkenalannya sambil mengulurkan tangannya.
               “ Hai Kak Dias, seneng bisa berkenalan dengan Kakak “. Jawab Bella senang.
               “ Sama , aku juga, satu kelas saam Dinda yach “. Tanya Dias memulai.
               “ Iyaw kax “. Jawab Bella semangat.
               Sebenarnya dalam hati Dinda, dia gak rela kalau harus melepaskan Kak Dias berdua dengan Bella, tapi bagaimanapun dia udah janji sama bella, dan dia gak boleh egois, akhirnya dengan alasan yang sedikit gak masuk akal Dinda pergi meninggalkan mereka berdua yang tengah asyik ngobrol, tapi sebenarnya disisi lain Dias juga merasakan apa yang dirasakan Dinda kalau dia gak mau Dinda pergi tapi yaw mau gimana lagi.
               Usaha Dinda menjomblangkan Dias dengan Bella justru membuat Dinda semakin akrab dengan Dias, bahkan cintanya kepada Dias semakin besar karena tau sifat Dias yang sangat baik itu, Dias memang baek kepada semua orang dan gak mau buat orang kecewa terhadapnya. Dan itu juga yang buat Dinda semakin Sayang kepada Dias. Tapi bagaimanapun juga Dinda lebih mementingkan perasaan sahabatnya dibanding harus mengedepankan egonya untuk mencintai Dias.
               Setiap malam konsentrasi belajar Dinda semakin menurun karena Dinda selalu kefikiran tentang Cintanya kepada Dias dan Sayangnya terhadap sahabatnya yaitu Bella. Tapi Dinda berusaha untuk menepis itu semua, meskipun sulit tapi Dinda harus berusaha untuk menjauh dari perasaan cinta yang dia rasakan, demi Bella sahabat yang sangat dia sayangi, gak mungkin dia bertengkar dengan Bella cuman gara – gara cwox.
               Setiap disekolah Bella selalu curhat tentang perasaannya terhadap Dias, yaw terpaksa Dinda harus menaggapi dengan memberikan harapan kepada Bella kalau Dias juga mencintainya tapi disisi lain hati Dinda sangat tersiksa, dan Dinda sangat terkejut saat Bella menanyakan hal yang diluar dugaannya.
               “ Dinda, aku mau tanya sama kamu, tapi jawab jujur yach “. Tanya Bella
               “ Emang apaw sih, serius banget “. Jawab Dinda penasaran.
               “ Gue lihat akhir – akhir ini kamu semakin deket sama Kak Dias, dan kelihatannya Kak Dias juga suka sama kamu, apa kamu juga suka sama Kak Dias “. Tanya bella dengan raut wajah yang lesu penuh dengan kecemburuan.
               “ Kamu ini yach, ada – ada ajach, yaw gak mungkin lah Kak Dias suka sama aku, dan aku juga gak mungkinlah suka sama Kak Dias, dia sukanya sama kamu Bel “. Jawab Dinda membohongi dirinya sendiri.
               “ Beneran Din…kamu gak bohong kan, maaf yaw Din aku dah salah paham lagi sama kamu, habisnya kamu deket banget sih sama Kak Dias “. Tanya Bella menjelaskan.
               “ Beneran gak kx, ukey dech kalau begitu mulai sekarang aku akan jaga jarak sama Kak Dias, Oke “. Jawab Dinda dengan nada lirih.
               Setelah percakapan kedua sahabat ini Dinda jadi menjauh dari Dias, setiap Dias ingin bertemu dengannya Dinda pasti lansung buru – buru pergi meninggalkan Dias, dan saat itu Dias sangat merasa kehilangan Dinda, karena sebenarnya Dias juga Mencintai Dinda.
               “ Dinda….tunggu, kenapa sich akhir – akhir ini kamu sering menghindar dari aku, aku salah apa sama kamu Din, please jelasin kalau aku ada salah aku minta maaf, tapi jangan menghindar terus dari aku dunx “. Tanya Dias memegang erat tangan Dinda waku Dinda ingin meninggalkannya.
               “ Maaf Kak, Kakak nggak punya salah apa – apa kox sama aku, cuman sekarang aku emang gak ada waktu, jadi please kak lepasin “. Jawab Dinda berusaha mengelak.
               “ Please Din Jelasin sama aku, apa yang terjadi jujur aku gak bisa kalau terus – terusan kamu diemin kayak gini “. Tanya Dias meminta penjelasan.
               “ Beneran gak ada apa – apa, emangnya kenapa kan masih ada Bella, dia sayang sama Kak Dias, jadi please lepasin aku Kak “. Jawab Dinda sambil berusaha melepaskan tangan Dias.
               “ Aku butuhnya kamu, karena aku Sayang dan Cinta sama kamu, aku suka sama kamu sejak awal kita ketemu Dinda “. Jawab Dias tegas dan masih memegang tangan Dinda.
               “ Kakak gak boleh suka sama aku, please kak lepasin tangan aku “. Jawab Dinda setengah kaget.
               Saat itu secara tidak sengaja Bella melihat semuanya dan mendengar apa yang dikatakan Dias kepada Dinda, Bella sangat kaget dia gak percaya atas apa yang barusan dia dengar, sambil meneteskan air mata Bella berlari menuju kelasnya. Saat mengetahui keberadaan Bella Dinda lansung melepaskan genggaman tangan Dias dan berlari menyusul Bella. Dan berkata kepada Dias .
               “ Aku lebih sayang sama sahabat aku daripada Kak Dias, jadi kalau emang Kak Dias gak mau aku benci, jangan deketin aku lagi, anggap aja kita gak pernah kenal Kak “. Kata Dinda sebelum dia lari mengejar Bella.
               Dinda lansung menjelaskan kepada Bella atas semua kesalah pahaman ini, tapi sayangnya Bella dah terlanjur sakit hati atas apa yang dia lihat.
               “ Aku benci sama kamu Dinda, kamu dah hianatin aku, dan aku gak mau kenal lagi sama kamu, aku pengen kamu jangan dekat lagi dengan aku “. Kata Bella saat Emosi.
               “ Bella, please dengerin penjelasan aku, kamu salah paham aku gak mungkin hianatin kamu aku sayang sama kamu dan aku lebih milih kamu “. Dinda mencoba menjelaskan.
               “ pergi……aku gak mau kenal lagi sama kamu “. Bentak Bella.
               Di mata Bella Dinda tuch sudah menghianatinya dan dia gak mau dengerin penjelasan apapun dari mulut Dinda, akirnya Dinda cuman bisa pasrah dan manerima sikap Bella karena dia sadar kalau dia juga salah meskipun gak sepenuhnya.
               Hari berganti hari, hubungan Dinda dengan Bella pun tak kunjung membaik persahabatan mereka berdua bener – bener dah pecah cuman gara – gara cwok padahal Dinda gak mau sampai itu terjadi tapi yaw mau gimana lagi, hati Bella udah terlanjur sakit, mungkin emang butuh waktu untuk membuatnya mengerti.
               Dan Hubungan Dinda dnegan Dias pun semakin menjauh, setelah kejadian itu Dinda memutuskan untuk tidak lagi bertemu atu ngobrol dengan Dias, dan sekarang Dias pun juga sibuk mempersiapkan ujiannya demi persiapan untuk masuk ke Universitas Favorit.
***

               7 bulan berlalu hubungan ketiganya antara Dias, Bella dan Dinda pun masih sama, masih saling diam dan masih gengsi untuk mengakui kesalahannya apalagi Bella, meskipun disisi laen dia sangat kehilangan Dinda sahabat yang sangat dia sayangi tapi dia tetep egois untuk membesarkan rasa cemburunya, padahal kan sahabat tu lebih penting daripada cinta.
               Dua hari lagi adalah wisuda kelas 3 dan Dias berhasil lulus dengan Nilai yang terbaek, impian untuk meneruskan ke Universitas yang favoritpun akan segera terwujud dan gak tanggung – tanggung dia memilih salah satu Universitas di London yang sangat besar yaitu di Oxford Univercity salah satu universitas terbesar di London. Dan Dias berfikir kalau dia merasa bersalah apabila dia tidak menyatukan hati kedua sahabat yang pernah hancur gara – gara dirinya. Akhirnya dia memutuskan untuk mempertemukan Bella dan Dinda dan menjelaskan semuanya, mungkin dengan begitu Bella akan luluh dan memafkan Dinda dan dirinya.
               Keesokan harinya mereka bertiga bertemu di Taman tempat biasa mereka berkumpul disana, Dias menjelaskan kepada Bella tapi tetep saja Bella gak mau tau, dan dia pergi meninggalkan keduanya. Disana terlihat jelas wajah Dinda yang sangat sedih melihat sikap Bella terhadapnya.
Malamnya pun Dias pergi ke rumah Bella dan mencoba menjelaskan tanpa kehadiran Dinda. Mungkin dengan begitu Bella akan bersikap lebih baik.
               “ Malem Bella, maaf mengganggu, aku mau jelasin semuanyua “. Kata Dias
               “ Malam juga kak, emang apa lagi yang mau dijelasin bukannya semuanya udah jelas, dan Kakak gak usah ikut campur urusah aku dnegan Dinda “. Jawab Bella cuex.
               “ Aku tau kamu marah, dan tepatnya sama aku, tapi itu semua bukan salah Dinda, selama ini Dinda berkorban kan buat kamu, dia rela memendam rasa Cintanya karena dia lebih sayang sama kamu Bella, seharusnya kamu sebagai sahabatnya bisa memaafkan Dinda, dan kamu harus sadar Bel kalau cinta gak bisa dipaksain, sekarang terserah kamu, yang jelas kamu udah egois dan ngorbanin persahabatan kamu demi ego kamu, itu aja yang mau aq jelasin, selamat malam “. Kata Dias menjelaskan dan setelah itu pergi meninggalkan Bella yang masih berdiam di depan pintu.
               “ Makasih kak, buat penjelasannya “. Jawab Bella lirih.
               Pagi ini adalah Wisuda kelas 3, dan Bella hadir disana setelah mendengar penjelasan dari Dias Bella mulai bisa menerima kenyataan kalau cinta Kak Dias memang untuk Dinda dan ini semua bukan salah Dinda, akhirnya setelah wisuda selesai Bella menemui Dinda dan meminta maaf kepadanya serta memeluk sahabatnya itu yang sangat dia kangeni karena udah lama mereka gak bareng, yaw itu karena kecemburuan Bella yang membuat rusaknya persahabatan mereka dan Bella juga meminta maaf kepada Dias.
               “ Maafin aku yach, sekarang aku sadar kalau cinta itu gak bisa dipaksain, dan aku pengen kalian berdua bisa bersatu karena aku dah ikhlas kx, kamu mau kan Dinda ? terima cinta Kak Dias “. Pinta Bella kepada Dinda sahabatnya itu.
               “ Iyaw kita pasti maafin kamu kx, tapi maaf Bella, kita berdua gak bisa wujudin keinginan kamu, kita gak mungkin bersatu “. Jawab Dias tersenyum senang.
               “ Emangnya kenapa kak, pasti ini semua gara – gara aku “. Jawab Bella merasa bersalah.
               “ Gak donx itu semua karena Kak Dias akan Kuliah di London, jadi itu artinya kita gak bakalan bersama “. Jawab Dinda merangkul Bella sambil menjelaskan.
               “ Iyaw, dan aku akan selalu jaga hati ini buat kamu Dinda, aku yakin jika kita jodoh kita pasti dipertemukan kembali “. Jawab Dias sambil menoleh ke arah Dinda.
               “ dan kita juga udah sepakat untuk tidak akan saling kontek, kita akan serahkan semuanya kepada Allah, kalau emang kita jodoh pasti takdir yang akan menuntun kita untuk bertemu dan dipersatukan lagi, iyaw kan kak “. Kata Dinda menjelaskan semuanya.
               “ Iyaw, bener banget, yaw udah aku pamit dulu yach dan sampai jumpa dikemudian hari apabila Allah menghendaki “. Jawab Dias sambil berpamitan pergi dengan sebuah senyuman yang terpancar dari wajahnya.
               “ kx begitu sich, yaw udah yang sabar yaw Din, kalian pasti akan bertemu kembali “. Kata Bella menghibur sahabatnya.
               “ Iyaw pasti, kan masih ada kamu, sahabat qu yang paling baik, Best Friend Forever “. Kata Dinda sambil memeluk Bella.
***

               Minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun bergulir dengan tahun berikutnyanya, 5 tahun sudah Dinda menjalani hari – harinya tanpa kehadiran Kekasih disampingnya hanya Bella yang selalu menjadi sahabat terbaek yang senantiasa menyemangati dalam setiap hal, dan saat ini Dinda telah mendapatkan gelar S1 dan bekerja di salah satu Rumah Sakit terbesar di jakarta karena dia memang bercita – cita menjadi Dokter.
               Sore ini Dinda berniat untuk pergi ke taman dimana tempat itu biasah untuk ngumpul – ngumpul bareng sama temen – temen kuliahnya sekaligus tempat itu juga menjadi kenangan bersama Kak Dias kakak kelas yang sangat dia sayangi, dan saat dia melempar batu kearah danau yang ada di taman itu, tiba – tiba batu itu meleset dan mengenai seseorang cwok dan saat cwok itu menoleh Dinda sangat kaget karena ternyata dia adalah cwox yang selama ini masih dia sayangi dan masih dia nanti yaitu Kak Dias.
               “ Ternyata Allah mentakdirkan kita untuk berjodoh, buktinya kita masih dipertemukan setelah lama kita menjalalani kehidupan masing – masing, Cinta aku ke kamu masih sama seperti dulu Din dan gak akan pernah berubah, dan hari ini aku percaya kalau takdir Cinta itu ada “. Kata Dias sambil memegang tangan Dinda.
               “ Iyaw Cinta aku juga masih milik kamu sepenuhnya Kak “. Jawab Dinda bahagia.
               Cinta yang selama ini mereka jaga akhirnya dipersatuka kembali dan semua penantian mereka ternyata gak sia – sia karena cinta yang mereka miliki adalah cinta yang tulus.
               Cinta memang butuh pengorbanan, terkadang kita sulit untuk memilih cinta dan persahabatan tapi percayalah kalau sahabat itu lebih penting karena dia yang akan selalu ada buat kita, dan percayalah kalau Cinta Sejati itu gak akan pergi walau sejauh jarak memisahkan Cinta, tapi apabila Cinta itu memang Takdir kita maka kita akan kembali dipertemukan pada Cinta Sejati itu dan bahagia bersama orang yang dipilihkan Allah untuk kita.

“HAPPY ENDING”
By
Eka Maleka Hayat
Ale’cHa Echacwe’Et
Alikha.makioka@gmail.com
Ditulis oleh Lukas Gentara

Masukkan email kamu untuk mendapatkan update artikel terbaru:

Delivered by FeedBurner