Cerpen Persahabatan: TAK TERPISAHKAN OLEH CINTA

TAK TERPISAHKAN OLEH CINTA
 Oleh: Eka Maleka Hayati

Di pagi yang cerah ini ketiga cewex cantik itu memutuskan untuk menghabiskan liburan semesternya yang tinggal beberapa hari lagi di puncak sekaligus menikmati pemandangan yang indah, yaw sesuai dengan hobi mereka pecinta alam, karena ketiga cewex ini emang rada – rada cuek ama penampilannya beda kayak cewek2 lain yang biasanya hobi banget shoping ke mall ya itulah keunikan ketiga sahabat ini.

Cerpen Persahabatan
“ Wah disini asyik banget yach, kenapa gak dari kemaren – kemaren kita kesini “. Kata Cindy sambil menghirup udara di pagi itu.

“ Huum bener banget tuch Cin, malah kemarin pusing buat tugasnya Bu Usna “. Jawab Kiara sambil ngomel – ngomel gak jelas.

“ Yaw seandainya liburan semester kita bisa bebas dari semua tugas, pasti seru tuch bisa liburan kemana aja yang kita suka, hufft “. Sambung Lina yang sama ngomelnya kayak Kiara.

“ Udah….Udah kalian tuch yach ngomel – ngomel gak jelas, kita kesini tuch buat fun buat untuk ngomel – ngomel kayak gini, ayolah guys manfaatin liburan yang tinggal beberapa hari ini, lupakan semua tugas dan kita bersenang – senang disini, huuuuuu “. Jerit Cindy kegirangan.

“ bener juga yach, ngapain kita pusing – pusing, disini kan asyik “. Sambung Kiara.

“ Iyaw bener banget, disini tuch damai, indah, sejuk, dan jauh dari kebisingan motor gak kayak di jakarta, hufft “. Lanjut Lina.

“ Tumben loe pinter Lina, biasanya kan yang paling lola diantara kita, Hahahah “. Ledek Kiara yang mendengar omongan Lina.

Gelak tawa pun mengiringi akhir liburan ini di Puncak, yaw selain suasananya asyik disana juga enak buat menenangkan fikiran yang sedang guncang, he kayak gunung mau meletus aja yach, yach kurang lebih begitulah.

Menjelang sore ke tiga sahabat ini pergi ke perkebunan dengan tujuan untuk melihat sunset kan indah tuch jadi dimanfaatin mumpung masih di puncak, kapan lagi bisa menikmati pemandangan yang sangat indah di puncak pada saat matahari terbit selain hari libur yang lumayan panjang begini.

“ Sumpah indah banget dech, andaikan tiap hari gue bisa pergi kesini “. Khayal Cindy.

“ Iyaw yach, apalagi di dampingi mas pacar, hehehehe “. Sambung khayalan Lina.

“Loe tu yach, pacar aja gak punya, mimpi loe, hahahaha“. Ledek Kiara kepada sahabatnya yang super lola ini.

Cindy cuman tersenyum kecil mendengar candaan dari kedua sahabatnya ini, dan setelah itu kembali berkonsentrasi terhadap pemandangan yang ada di sekitarnya, sambil berkhayal tentang kenangan dulu waktu duduk di bangku SMA dimana masa itu adalah masa – masa terindah yang ada dalam hidupnya, dari sahabat, cinta dan gurunya.

Hari sudah mulai gelap dan itu artinya ke tiga sahabat ini harus kembali ke Villanya padahal suasana malam kan suasana yang asyik untuk dinikmatin tapi berhubung disitu mereka cuman bertiga jadi buat bulu kuduk merinding juga, akhirnya mereka pun kembali ke Villa tepat pukul jam 8 malam, untung saja yach gak tersesat dijalan. Hehe

Malam berlalu sangat cepat, ketika pagi menjelang suasana yang sejuk pun menyambut ke tiga sahabat bangun dari tidurnya yang nyenyak, gak kayak di Jakarta pagi – pagi udah disambut dengan suara motor yang menyakitkan telinga, kalau disini tenang dan suara kicauan burung yang terdengar saat mereka bangun.

“ Hmmmm…..sejuknya pagi ini, selamat pagi dunia “. Teriak Cindy saat terbangun dari tidur malamnya yang cukup melelahkan.

“ Udah pagi yaw guest padahal gue masih ngantuk tidur lagi aja ah “. Jawab Lina sambil menarik selimutnya untuk tidur lagi.

“ Dasar yaw kalian berdua tuch, pagi kayak gini tu perlu dimanfaatin untuk jalan – jalan tau, bukan malah digunain untuk tidur, huffft “. Jawab Cindy sebel.

“ Yaw udah loe pergi aja sana, gue ngantuk “. Sahut Lina yang belum sadar.

“ Beneran nich kalian gak mau ikut, yakin gak nyesel….? “. Tanya Cindy pada kedua sahabatnya yang masih belum mau beranjak dari tempat tidurnya.

“ Iyaw, loe pergi aja sendiri, gue masih ngantuk tau “. Jawab Kiara.

“ Huffft, yaw udah “. Jawab Cindy kesal sambil meninggalkan kedua sahabatnya yang masih tertidur pulas.
 
Akhirnya Cindy memutuskan keluar sendiri, kan sayang kalau moment pagi ini dilewatkan untuk tidur di Villa tanpa menikmati pemandangan yang seindah ini, emang sih sangat dingin tapi dingin itu hilang ketika Cindy melihat kesejukan kebun teh yang ada disana.

Tanpa disangka saat Cindy tengah asyik melihat suasana disekitar, tiba – tiba dari belakang tanpa sengaja cwox menabrak Cindy sampai dia terjatuh karena memang cwok itu yang salah, kenapa dijalan malah bercanda ma temen - temennya.

“ Eh sory…sory, gue gak sengaja “. Kata cwox itu meminta maaf.

“ Iyaw gak apa – apa kx, makanya lain kali kalau jalan tuch lihat – lihat “. Jawab Cindy masih sibuk membersihkan lukanya.

Dan saat Cindy menoleh kearah cwox itu tiba – tiba kedua mata saling memandang, dan rasanya Cindy sempat mengenal tatapan itu yang tidak lain cwok itu adalah.

“ Loe….Loe Cindy kan “. Tanya cwok itu sambil tidak percaya.

“ Yudha….”. jawab Cindy yang cuman diam ngelihat cwok yang ada didepannya itu.

“ Hei, apa kabar seneng banget gue bisa ketemu lagi sama loe Cin “. Kata Yudha masih tidak percaya.

“ Seperti yang loe lihat, gue fine dan sory gue buru – buru, gue harus pulang “. Jawab Cindy sambil pergi meninggalkan Yudha yang masih bingung atas sikapnya.

“ Cindy tunggu…boleh tau loe sekarang tinggal dimana “. Kata Yudha sambil mengejar Cindy yang sudah jauh meninggalkannya.

“ Sory, gue gak punya urusan lagi sama loe, jadi loe gak perlu tau apapun tentang gue paham, jadi sekarang mending loe gak usah ketemu gue lagi, oke “. Jawab Cindy cuek.

“ Tapi Cin….ada yang mau gue jelasin sama loe “. Kata Yudha.

“ Sory gue gak bisa, gue harus pergi “. Sambil berlari meninggalkan Yudha.

“ Yudha….dia siapa sich temen loe “. Tanya Edo temen Yudha.

“ Bukan dia tuch mantannya Yudha waktu SMA dulu “. Jawab Evan temen deket Yudha.

“ Owh begitu, tapi kenapa sikap dia cuek banget sama Yudha, emang ada masalah apa sih Yud “. Tanya Edo yang masih penasaran.

“ Udah ntar gue jelasin, sekarang biarin Yudha tenang dulu, maklumlah 4 tahun kan gak ketemu jadi wajar lah loe sikap Cindy kayak gtuw “. Jawab Evan kepada sahabatnya sambil menepuk pundak Yudha.

“ Yaw udah, pulang yuk laper nich, Yud….kembali ke Villa yuk “. Ajak Edo.

“ Kalian kembali aja dulu, gue masih pengen disini “. Jawab Yudha datar.

“ Yaw udah lah, mungkin Yudha butuh waktu sendiri, mending kita pulang duluan “. Ajak Evan kepada Edo.

Sepanjang perjalanan Cindy kembali ke Villa, Cindy masih gak percaya kalau cwox yang barusan dia temui itu adalah Yudha mantannya dulu yang sudah hampir 4 tahun gak ketemu.

“ Kenapa sih Tuhan, gue harus ketemu sama dia, cwok yang udah bikin gue sakit hati, kenapa dia harus hadir lagi dalam kehidupan gue “. Tanya Cindy dalam hati.

Di tempat lain Yudha juga masih terdiam, dalam hatinya ada sedih yang bercampur dengan kebahagiaan, sedihnya kenapa sikap Cindy masih kayak gituw, apa dia masih sakit hati atas peristiwa 4 tahun yang lalu, dan bahagianya dia senang karena bisa dipertemukan lagi dengan Cindy cwex yang sebenarnya masih dia sayangi.

“ Gue harus bisa jelasin semuanya sama Cindy, gue gak mungkin buat dia benar – benar benci sama gue, bagaimanapun juga loe masih cwek yang sangat gue sayang Cindy “. Kata Yudha dalam hati.
Sesampainya di Villa Cindy lansung pergi ke kamar dan numpahin segala kekesalannya, dan tanpa terasa air matanya menetes deras yang tak mampu dia tahan, dan saat Kiara datang Cindy lansung menghapus air matanya dan seolah – olah tidak terjadi apa – apa.

“ Loe kenapa Cindy, gak biasanya loe kayak gini, emang tadi ada kejadian apa yang buat loe kayak gini “. Tanya Kiara terhadap Cindy.

“ Gak kx, gak ada apa – apa, yaw udah gue mandi dulu yach “. Jawab Cindy meninggalkan Kiara yang masih bertanya – tanya.

Semejank kejadian tadi pagi Cindy jadi agak sedikit pendiam dan gak banyak omong gak seperti biasanya, dan anehnya lagi dia gak mau diajak untuk nglihat sunset lagi, kedua sahabatnya masih bertanya – tanya.

“ Lin, Cindy kenapa yach, gak biasanya loch dia kayak gini “. Tanya Kiara pada Lina.

“ Iyaw yaw aneh, emang Cindy ada masalah yach “.

“ Gak tau, dia gak cerita ama gue, tadi pagi sih dia masih baik – baik aja, tapi gue lihat setelah pulang jalan – jalan tadi dia jadi aneh kayak gtuw “. Jawab kiaran bingung.

“ Apa dia kesambet setan perkebunan yach “. Jawab Lina nyengir.

“ Hust….dasar loe, serius nich, yaw udah tanyain aja dech, daripada ngomong sama loe, gue malah jadi makin bingung “. Jawab kiara kesel.

“ Cindy….loe kenapa sich, perasan semenjak loe pulang dari jalan – jalan tadi pagi sikap loe jadi aneh gini, apa ada sesuatu yang loe sembunyiin dari kita “. Tanya Kiara halus.

“ Iyaw Cindy sayang….cerita dunx sama kita “. Bujuk Lina.

“ Guys…..tadi pagi gue ketemu sama Yudha, gue gak sengaja ketemu dia “. Jawab Cindy sedih.

“ Maksud loe Yudha Saputra mantan loe waktu SMA “. Jawab Kiara kaget yang sempet smengenal Yudha juga.

“ Yudha tuch siapa yach kx gue gak tau “. Jawab Lina lemot.

“ Jelaslah loe gak tau Yudha tu mantan Cindy waktu SMA temen gue juga sih “. Jawab Kiara menjelaskan.

“ Terus Yudha ngomong apa sama loe Cin “. Lanjut Kiara nanya kepada Cindy.

“ kenapa sich Ra, dia tu dateng lagi di kehidupan gue, gue udah mau lupain dia, tapi kenapa sich dia hadir begitu aja, dia bilang sama gue dia pengen ngejelasin semuanya sama gue, tapi gue udah gak mau denger apapun tentang dia, loe tau kan apa yang dia lakuin sama gue dulu Ra, sakit hati gue “. Jawab Cindy tanpa terasa meneteskan air matanya.

“ Loe sabar yach, yaw udah loe jangan mikirin dia lagi, dan gue mau tanya sama loe, apa loe sebenarnya masih sayang sama dia “. Tanya Kiara kepada Cindy.

“ Gue…..jujur gue emang gak bisa lupain dia, tapi gue udah berusaha, lagian kenapa sih 4 tahun gue gak ketemu dia, tapi kenapa dia hadir disaat gue mau fun disini dan udah mulai nglupain dia “. Jawab Cindy semakin deras meneteskan air matanya.

“ yaw udah loe jangan fikirin lagi, mending loe fun okey, udah sabar yach “. Jawab Kiara menenangkan.

Malam semakin larut dan malam ini ketiga sahabat ini tidak pergi kemana – mana tidak pula pergi untuk melihat sunset, mereka bertiga lebih menghabiskan waktu dengan secangkir kopi hangat di taman Villanya dan saat malam mulai larut ketig sahabat ini pergi ketempat tidurnya untuk istrahat.
Pagi menjelang tanpa Cindy ketahui ternyata Yudha tetep berusaha untuk mencari tahu tentang tempat tinggal Cindy dan teman – temannya di puncak ini, dan tak lama atas bantuin teman – teman Yudha, Yudha pun mengetahui keberadaan Cindy dan sahabatnya dan Yudha semakin senang waktu tau disitu juga ada Kiara, yaw dalam fikirannya Kiara bisa membantu Yudha untuk menjelaskan semuanya ke Cindy.

Akhirnya Yudha nemui Kiara yang juga mengajak Lina tanpa sepengetahuan Cindy, awalnya Kiara gak mau berurusan sama Yudah cwox yang udah bikin sahabatnya jadi sakit hati, tapi berkat teman – teman yudha yang meyakinkan Kiara akhirnya dia mau menemui Yudha.

Yudha menjelaskan kepada Cindy apa yang sebenarnya dulu terjadi, kalau Yudha ninggalin Cindy karena Orang Tuanya gak setuju ama hubungan Yudha dan Cindy, dan saat itu Yudha cuman pasrah sama keputusan orang tuanya tapi dalam lubuk hatinya yang dalam Yudha masih sangat mencintai Cindy, dan dulu Yudha pura – pura jalan sama cwex lain di depan Cindy dan yang lebih teganya lagi Yudha mutusin Cindy demi cewex itu padahal yang sebenarnya cwex itu bukan siapa – siapanya, semua itu Yudha lakuin agar Cindy benci sama Yudha , dan setelah itu mereka berdua seperti gak saling kenal satu sama lain, karena Cindy memang sudah benci banget sama Yudha. Dan sekarang orang tua Yudha pun sudah sadar kalau anaknya lebih bahagia sama cwex yang bener – bener dicintai.

Mendengar penjelasan Yudha, Kiara lansung mengerti dan bermaksud untuk menyatukan mereka berdua, akhirnya Kiara, Lina dan teman – teman Yudha menyusun rencana untuk mempertemukan mereka berdua, dan Kiara juga berusaha untuk menjelaskan kesalah pahaman itu terhadap Cindy, yaw berharap Cindy mengerti.

Setelah sampai di Villa Kiara lansung menemui Cindy, dan Cindy juga masih sebel karena tanpa mereka berdua pergi tanpa mengajak Cindy.

“ Kalian kemana aja sich, gue cariin “. Tanya Cindy sebel.

“ Sory, tadi gue beli makan habisnya laper, ni sekalian gue beliin buat loe “. Jawab Kiara santai.

Setelah makan siang itu Kiara mencoba menjelaskan semuanya apa yang dikatakan Yudha kepadanya, dan Kiara mencoba meyakinkan kalau itu semua cuman salah paham, tapi berhubung Cindy emang orangnya keras kepala, dia gak mau dengar penjelasan Kiara dan pergi meninggalkan Kiara.

Dalam hati Cindy berfikir apa bener yang dikatakan Kiara tentang Yudha, beribu kebimbangan dan pertanyaan selalu ada di benak Cindy yang masih belum terjawab.

Usaha pertama Kiara gagal untuk meyakinkan Cindy, dan usaha kedua dia susun untuk mempertemukan Cindy dengan Yudha, dengan berpura – pura mengirim sms yang isinya kalau Lina jatuh dan dia sekarang ada di perkebunan bersama Kiara, mendapat sms itu Cindy lansung lari dan pergi ketempat itu, dan setibanya disana.

“ Yudha…..mana Lina “. Tanya Cindy panik.
 
“ Lina gak apa – apa, ini cuman salah satu cara agar gue bisa ketemu loe, please Cindy percaya sama gue “. Kata Yudha meyakinkan.

“ Setelah gue fikir, mungkin gue salah menilai loe Yud tapi loe beneran kan gak bohong sama gue “. Jawab Cindy penuh ragu.

“ Gue gak bohong, gue masih sayang sama loe dan yang kemaren itu cuman salah paham, loe tau kan alasannya apa, gue masih sangat mencintai loe Cindy, please jangan benci gue lagi “. Jawab Yudha mencoba meyakinkan Cindy yang masih dalam keraguan.

“ Gue udah dengar semuanya dari Kiara, awalnya gue ragu, tapi gue tahu siapa loe dan gue yakin loe gak mungkin dulu hianatin gue, jadi gue percaya sama loe, karena sebenarnya gue juga masih belum bisa ngelupain loe meskipun sudah 4 tahun berlalu “. Jawab Cindy sambil menundukkan pandangannya dari Yudha.

“ Apalagi gue Cindy, gue sayang sama loe, apa loe mau memberikan kesempatan kedua buat gue untuk mengisi hari – hari gue lagi “. Kata Yudha memandang mata Cindy dalam – dalam.
“ Asalkan loe janji gak bakal ngecewain gue lagi, gue mau kx memberikan kesempatan itu buat loe “. Jawab Cindy sambil mengulas senyum di bibir manisnya.

“ Gue janji gak bakalan ngecewain loe, terima kasih yaw Cindy “. Kata Yudha meyakinkan Cindy sambil memeluknya.

Cinta lama yang dulu sempat terputus karena keganjal restu orang tua itu akhirnya kini bersemi kembali dan bisa bersatu untuk kembali menjalani cinta yang seperti dulu untuk mengisi hari – harinya, semua pasti akan indah pada waktunya, itulah Cinta.

“THE END”


Eka Maleka Hayati
Nama : Eka Maleka Hayati
Facebook : Ale’cHa EcHacwe’Et
Twitter : Alikha_makioka
E-mail : Alikha.makioka@gmail.com


Thanxz…….
Share :

Ingin berlangganan artikel terbaru dari kami? Silahkan isikan alamat email Anda pada kolom di bawah ini:

Delivered by FeedBurner

Komentar Facebook: