Puisi-Puisi Chyntia Parsaulina Siahaan

Kumpulan Puisi Chyntia Parsaulina Siahaan

Aku Ingin Bahagia

malam tiada berbintang
sendunya hati tiada yang perduli
apa yang kurasakan tiada yang mau tahu
mereka bilang aku terlalu sensitive
tapi pernahkah mereka coba untuk mengerti?
Hidupku memang tidak selalu menyedihkan
Tapi hidupku juga tidak slamanya menyenangkan
Ibaratkan hatiku ini selembar kertas
Ia tidak lagi berbentuk
Ia telah bercela
Ia telah hancur
Apa yang dapat ku banggakan lagi?
Tidak ada!!!
Tapi apa yang kalian pikirkan tentang aku?
Sungguh kejam pemikiran kalian,
Aku memang butuh perhatian
Tapi aku tak sejahat yang kalian tuduhkan
Berlakulah adil, kalau memang kau mengaku adil
Jagalah hatiku, kalau memang kau pandai berbahasa
Namun apa yang ku dapati?
Kau menghancurkan persahabatan yang sudah susah payah kubangun
Tapi tak apa
Aku rela bila akhirnya kau dapatkan segala yang pernah aku miliki
Mungkin kau kan bahagia
Walau sungguh hatiku terlalu sakit karena egomu


Seberapa mahal kebahagiaanku?

Apakah kebahagiaan itu harga yang sangat mahal untuk ku miliki?
Apakah aku tak berhak atas itu?
Aku terlahir tanpa cinta
Aku dibesarkan hanya karena rasa tanggung jawab
Aku menangis digelapnya malam
Aku tertawa agar semuanya tertawa
Hatiku tlah ku singkirkan untuk membuatmu bahagia
Tapi itupun tak dapat membuatmu bangga padaku
Aku tahu tiada yang dapat kau banggakan dariku
Namun bisakah kau mencoba mengerti bahwa aku sakit disini?
Selalu mencoba mengerti
Bahkan untuk hal-hal yang tak dapat ku megerti
Aku ingin kau bahagia
Namun aku terluka
Hatiku sakit tiada yang perduli bahkan tiada sahabat yang dapat menjadi sandaran peluhku


Tuhan, biarkan aku jatuh cinta

Tuhan, mengapa cintaku selalu bertepuk sebelah tangan?
Sebegitu hinakah aku?
Sebegitu mengerikan kah diriku?
Dan sebegitu hinakah cintaku untuk dimiliki oleh lelaki yang kucintai
Tuhan aku ingin bahagia
Dengan cinta yang kumau
Dengan lelaki yang benar-benar kucintai
Angina malam, katakana pada lelakiku
Bahwa aku mencintainya
Sangat mencintainya
Dan ku ingin habiskan malamku hanya untuk memandangi wajahnya
Yang sedang tertidur lelap
Dan menciumi wangi tubuhnya yang mendekap erat tubuhku
Dalam peluknya
Share :

Ingin berlangganan artikel terbaru dari kami? Silahkan isikan alamat email Anda pada kolom di bawah ini:

Delivered by FeedBurner

Komentar Facebook: