Cerpen Remaja: RACING LOVE

RACING LOVE
oleh: Yunietha Sari Mangalla
Cerpen Cinta Remaja
              Kantin sekolah Nusa Raya penuh sesak saat jam istirahat. Di meja dekat sebuah pohon, seorang cewek sedang sibuk berkutat dengan laptopnya. Dia adalah Alexa Francinne Putri, anak XII IPS C yang lebih dikenal dengan Alexa. Dia adalah Cewek paling cantik, tajir, jago basket dan pintar di sekolahnya. Namun sayang, Alexa adalah cewek tomboy, dia senang balapan, dan kadang membuat onar sekolah. Hampir setiap hari Alexa bolak balik ruang BP. Tidak heran kalau dia terkenal di sekolahnya. Alexa mempunyai tujuh orang sahabat. Mereka adalah Vito, Tara, Alea, Andra, Rama, Jesica dan Radit. Mereka sudah bersahabat sejak SD. Saat jam istirahat, lima dari ketujuh sahabat Alexa menghampiri nya.
              “Woy Lex, udah selesai belum desain buat kaos kita?” Tanya Vito mengagetkan Alexa.
              “Loe bikin kaget gue aja. Hmm.. Udah selesai nich, Lihat dulu aja.” Kata Alexa terkejut. Belum sempat Vito melihat, Jesica duluan ambil bagian.
              “Coba sini gue lihat.” Kata Jesica tiba-tiba
              “Ah elu Jes, nyerobot antrean loe.” Kata Vito manyun
              “Loe kira sembako pake acara antre. Btw, Loe cakep kalau manyun gitu. Hmm.. Kayak monyet di kebun binatang. Hhaha..” Cerocos Jesica yang kemudia disusul oleh tawa teman-temannya.
              “Ancrit loe Jes. Tega bener ma teman sendiri.”
              “Dari dulu sampai sekarang, loe berdua doyan ribut mulu. Oya, Si Radit ma Rama mana? Tumben tue anak nggak ke kantin.” Kata Alexa
              “Biasa Lex, tue anak berdua lagi ngecengin cewek di perpus.” Kata Tara
              “Pantes aja tiap istirahat pasti pada lari ke perpus.” Kata Alexa

              Krrrriiiiiiiiiinnnnnnnngggggggg……………….
              Tiba-tiba bel tanda masuk berbunyi. Para siswa menuju kelasnya masing-masing, begitupun dengan Alexa dan teman-temannya. Saat Alexa berdiri dan membalikkan badannya, tanpa sengaja seorang cowok cakep menumpahkan minuman ke baju Alexa. Cowok tersebut adalah Rey, teman sekelas Alexa dan juga musuh bebuyutan nya dari SMP dalam hal apa saja, terutama di arena balap. Alexa geram bukan main dan langsung marah-marah kepada Rey.

              “Ancrit loe Rey. Loe sengaja numpahin nie minuman ke baju gue kan. Mau bales dendam loe.” Teriak Alexa
              “Sorry deh gue nggak sengaja. Siapa juga yang mau bales dendam ama loe, nggak penting banget gitu.” Kata Rey dengan santai
              “Laga loe kayak kambing. Males gue ngomong ama loe . Dasar loe playboy cap kapak.”
              “Loe kira merk minyak angin cap kapak. Dasar loe cewek gila, pantas loe jadi jomblo mulu. Cowok-cowok mana ada yang mau sama loe.”
              “Loe ngatain gue, ancrit loe Rey.” Kata Alexa bersiap menonjok Rey tapi di tahan oleh Andra
              “Udah Lex, jangan ribut di sini. Mending kita balik ke kelas. Sekarang udah bel, ntar kita di strap kalau telat masuk.” Kata Alea menenangkan Alexa
              “Ale bener Lex, sekarang kita masuk aja.” Andra menambahkan
              “Ya udah dech.” Ucap Alexa
ΩΩΩ

              Sabtu malam, ketujuh sahabat Alexa sedang menunggunya di jalanan tempat mereka biasa balapan. Mereka bersama tiga orang cowok, yaitu anak-anak Eagle. Salah satu nya adalah Rey. Malam ini Rey akan balapan melawan Alexa. Lama mereka menunggu, Alexa tak kunjung datang. Beberapa kali Vito menelpon Alexa, namun tak ada jawaban satupun. Tak seperti biasanya, Rey dengan tenang menunggu.

              “Lama banget sih temen loe itu. Takut ya hadapin kita-kita.” Kata Nico dengan sombongnya
              “Dalam kamus anak Blackheart nggak ada kata takut, apalagi buat Alexa.” Kata Radit yang mulai terpancing emosinya
              “Ngaku aja kalau kalian takut. Buktinya Alexa nggak muncul-muncul juga kan.” Kata Frans menimpali dan membuat Radit ingin menonjoknya.
              “Udah jangan pada ribut, kita tunggu sebentar lagi.” Kata Rey menengahi

              Dari kejauhan terlihat sebuah motor sedang melaju kencang ke tempat itu. Vito mengenali kalau pengendara motor itu adalah Alexa. Vito melambaikan tangannya, memberi tanda kepada Alexa. Alexa pun segera menghampiri mereka.

              “Akhirnya Alexa datang. Buat Alexa mah nggak ada kata takut kali.” Kata Radit sambil tersenyun sinis kepada anak-anak Eagle.
              “Sorry ya gue telat. Tadi gue ada urusan bentar.” Kata Alexa setelah melepas helm nya.
              “Nggak apa-apa kok Lex. Sekarang kita mulai aja balapannya, anak-anak Eagle udah nggak sabar.” Kata Rama
              “Ok.” Kata Alexa sambil mengambil tempat untuk balapan, kemudian di susul oleh Rey.
              “Siap semua. Satu.. Dua.. Tiga.. Go…!!” Seru Tara sambil menjatuhkan bendera tanda balapan di mulai.

              Balapan dimulai. Rey berada di urutan depan mendahului Alexa. Namun Alexa tidak tinggal diam. Dia mempercepat laju motornya yang kemudian mendahului Rey dan berada di posisi depan. Kedua pembalap sangat hebat dan piawai dalam melewati rintangan di jalanan. Garis finish hampir sampai, Rey berusaha mendahului Alexa namun tidak bisa. Tak berapa lama, Alexa sampai di garis finish disusul Rey yang berada di belakangnya. Teman-temannya bersorak atas kemenangan Alexa. Untuk kesekian kalinya Alexa menang balapan. Rey kemudian menghampiri Alexa dan teman-temannya.

              “Selamat ya Lex.” Kata Rey sambil menyalami Alexa
              “Yups. Thanks ya Rey.”
              “Sama-sama Lex. Ntar kapan-kapan kita bisa balapan lagi kan.”
              “So pasti donk.”
              “Kita-kita cabut dulu ya. Sekali lagi selamat buat kalian semua.”

              Rey dan teman-temannya pergi meninggalkan tempat itu. Sekarang hanya tinggal Alexa dan teman-temannya ingin merayakan kemenangan Alexa.

              “Sekarang kita cari makan yuk, gue udah Laper nih. Malam ini, gue yang traktir. “ Kata Alexa
              “Horeeee… Yuukkss Capcus..” Seru teman-temannya berbarengan
ΩΩΩ

              Pagi itu Alexa terlambat datang ke sekolah. Dia tergesa-gesa menyusuri koridor sekolahnya dengan membawa banyak buku. Tanpa sengaja dia menabrak Rey yang ternyata juga datang terlambat.

              “Sorry. Gue nggak sengaja.” Kata Alexa meminta maaf sambil membereskan buku-bukunya yang berserakan. Dia tidak menyadari kalau cowok yang ditabraknya adalah Rey.
              “Nggak apa-apa kok Lex, santai aja.” Kata Rey sambil membantu Alexa membereskan bukunya.
              “Loe ngapain di sini Rey? Loe telat juga?” Kata Alexa terkejut saat melihat Rey
              “Iya nih. Buruan yuk masuk, kayaknya Pak Rizal udah masuk kelas tadi.” Ajak Rey
              “Yuk.”
              “Loe kenapa telat? Tadi malam balapan lagi?” Tanya Rey. Saat itu mereka sedang menuju kelas mereka yang terletak di lantai dua.
              “Iya,. Loe sendiri?”
              “Tadi malam gue jalan ma temen-temen. Ada acara gitu.”
              “Owch.” Respon Alexa “Oya, tumben Loe baek ma gue. Biasanya loe anti banget kayaknya ma gue.” Lanjut Alexa
              “Nggak kebalik non? Biasanya elu yang suka marah-marah ama gue.” Komentar Rey
              “Hehehe.” Alexa cengengesan

              Saking asiknya berbincang, ternyata mereka telah sampai di depan kelas mereka. Saat akan memasuki kelas, mereka disambut oleh teriakan heboh dari teman-temannya dan kemudian omelan Pak Rizal.

              “Suiiitttt…. Suiiiiitttt… Anjing ma kucing barengan nih, ada angin apa nih.” Komentar Divo diiringi sorakan teman-temannya
              “Angin puting beliung kali.” Teriak Vito yang kemudian mengundang tawa murid-murid yang ada di kelas.
              “Sudah diam anak-anak. Kalian berdua ini, sudah hampir setengah jam kalian terlambat.” Kata Pak Rizal
              “Sa…. ya..” Belum sempat Rey menjelaskan, pak Rizal memotong kata-kata Rey.
              “Sudah.. sudah. Bapak tidak mau mendengar penjelasan kalian, sekarang kalin berdua berdiri di depan kelas. Kaki diangkat satu dan tangan di telinga.” Perintah Pak Rizal
              “Tapi pak. Kayak anak SD aja” Komentar Alexa
              “Nggak ada tapi-tapi’an. Cepat laksanakan.”
              “Baik pak.” Jawab Rey dan Alexa berbarengan kemudian mengambil posisi.

              Tara dan Alea cengengesan dan mengolok-olok Alexa. Alexa menatap tajam ke arah mereka berdua. Tapi, Alea dan Tara tidak peduli dengan tatapan Alexa. Dalam hati Alexa berkata “Awas kalian berdua”.

              “Ayo anak-anak kita lanjutkan pelajaran. Tidak usah kalian hiraukan dua makhluk di depan ini.” Kata Pak Rizal
ΩΩΩ

              Sore itu Rey dan teman-temannya sedang hang out bareng. Seperti biasa, mereka selalu membicarakan masalah cewek atau balapan dan hal yang kurang penting lainnya. Namun, sore itu sepertinya pembicaraan mereka serius.

              “Rey, kok loe putus sih ma Dina? Padahal kan Dina cewek yang cantik gitu.” Tanya Frans tiba-tiba
              “Gue ngerasa nggak cocok aja sama dia. Apa yang gue lakukan selalu salah, nggak ada yang bener di mata dia.” Jawab Rey
              “Trus Gracia gimana Rey?” Tanya Nico kemudian
              “Itu udah gue putusin dari dulu.”
              “Jadi sekarang cewek loe siapa donk?” Tanya Frans dan Nico berbarengan.
              “Nggak ada.” Jawab Rey santai
              “Sumpe Loe?” Tanya Frans dan Nico berbarengan mirip paduan suara. Mereka tidak percaya seorang Rey tidak memiliki satu cewek pun.
              “Yups. Semua cewek-cewek gue, udah gue putusin. Sekarang gue pengen tobat en mau serius pacaran ma satu orang.” Jelas Rey
              “Wow. Emang loe mau ngegebet siapa sih? Kayaknya istimewa banget, cerita ke kita donk.” Pinta Frans
              “Tapi kalian jangan kaget ya. Gue harap loe pada dukung gue.”
              “Iya bawel. Buruan bilang, siapa cewek yang beruntung itu en bisa buat loe mau berubah.” Tukas Nico
              “Alexa.” Jawab Rey
              “Hach..??? Gue nggak salah denger nih. Coba loe bilang sekali lagi.” Tukas Frans
              “ALEXA.. A.L.E.X.A. ALEXA..”
              “What???????”
              “So, kalian mau kan bantu gue.”

              Frans dan Nico terkejut bukan main. Mereka melongo tak percaya dengan apa yang dikatakan Rey. Mereka mengira mungkin itu hanya ucapan keisengan Rey saja. Namun Rey menganggukkan kepalanya, tanda dia serius dengan ucapannya. Mau tidak mau Frans dan Nico membantu Rey.
ΩΩΩ

              Hari demi hari berlalu. Rey mulai sering mendekati Alexa dan tidak pernah lagi jutek kepadanya. Alexa bingung dengan sikap Rey. Bukan hanya Alexa yang bingung dengan sikap Rey, tapi juga semua murid yang ada di kelasnya. Alexa seolah tak begitu peduli, dipikirannya mungkin Rey sedang kesambet. Dua bulan berlalu, Rey tetap berusaha mendekati Alexa. Pada suatu hari, Tara dan Vito menemui Frans dan Nico untuk bertanya tentang sikap Rey kepada Alexa.

              “Loe tao nggak Co, si Rey kenapa? Udah dua buan terakhir dia deketin Alexa mulu.” Kata Vito
              “Masa kalian nggak nyadar sih, kalau si Rey itu suka ma Alexa.”
              “Masa sih Co?” Tanya Vito memastikan
              “Loe nggak bohong kan Co?” kali ini Tara angkat bicara
              “Suer deh. Demi Alexa, Rey berubah.” Kata Nico
              “Kayaknya Alexa juga suka deh sama Rey, walaupun sikapnya masih cuek gitu.” Terang Tara
              “Kok loe bisa berpikiran kayak gitu sih, Tar?” Tanya Frans bingung. Vito dan Nico pun juga ikutan bingung dengan kata-kata Tara barusan.
              “Dulu Alexa pernah cerita sama gue, dia itu suka sama seorang cowok. Tapi Alexa juga benci sama cowok itu, karena dia sering buat Alexa marah atau kesal. Siapa lagi coba cowok itu, kalau bukan Rey. Cuma dia kan satu-satunya cowok yang sering buat Alexa marah setengah mati.” Jelas Tara
              “Bener juga ya Tar.” Kata Vito
              “Hmm.. Loe pada ada ide nggak biar bisa bikin mereka jadian?” Tanya Nico
              “Bikin Dinner aja di tempat biasa kita balapan. Kan tempatnya bagus tuh, gimana?” Usul Tara
              “Ide bagus tue. Loe kasih tahu anak-anak yang laen, gue kasih tahu si Rey. Ntar sabtu ini kita siapin semuanya. Usahain Alexa jangan sampai tahu dulu.” Terang Frans
              “sipp..” Ucap mereka berbarengan kemudian pergi
ΩΩΩ

              “Lex, sabtu ada waktu nggak? Gue mau ajak loe jalan boleh?” Tanya Rey
              “Mau kemana emang?”
              “Ntar loe tahu sendiri lah. Mao ya.” Pinta Rey dengan sedikit memohon
              “Ya udah deh, gue mau. Tapi loe jangan macem-macem. Awas loe.”
              “iya. Iya.”

              Ternyata dari balik semak-semak, anak-anak Blackheart dan Eagle sedang mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Rey memberi tanda kalau Alexa mau di ajak pergi. Mereka pun senang dan bersiap menyusun rencana selanjutnya.
ΩΩΩ

              Hari yang dinanti tiba, segala sesuatunya sudah dipersiapkan oleh mereka. Malam itu cuaca sangat bersahabat. Vito dan yang lainnya bersembunyi sambil menunggu kedatangan Rey dan Alexa. Tak berapa lama, Rey dan Alexa sampai di tempat tujuan. Rey keluar dari mobil sambil menuntun Alexa yang matanya tertutup oleh kain.

              “Sekarang, loe bisa buka mata loe.” Ucap Rey sambil membantu Alexa melepaskan kain penutup matanya
              “Wow. Ini indah banget. Tempat ini kayaknya gue pernah lihat. Tapi dimana ya, gue lupa.”
              “Loe bukan hanya pernah lihat, tapi loe sering kemari buat balapan.”
              “Maksud loe?”
              “Ini tempat kita sering balapan. Tapi untuk malam, tempat ini khusus buat elu, Lex.” Ucap Rey kemudian menggenggam tangan Alexa. Alexa jadi bingung.
              “Gue nggak akan basa-basi lagi. Loe mau nggak jadi cewek gue Lex? Gue udah lama suka sama loe, tapi gue aja yang nggak sadar akan hal itu. So, gue nggak mau kehilangan elu, gue sayang banget sama loe.” Kata Rey dengan pelan. “I Love You, Alexa.” Lanjutnya

              “Tanpa diduga-duga, Vito cs dan Nico cs keluar dari tempat persembunyian mereka. Mereka pun menyoraki Alexa untuk menerima cinta Rey. Alexa terkejut bukan main saat melihat mereka.

              “Loe pada ngapain di sini?” Tanya Alexa setengah kaget
              “Nggak usah basa-basi Lex, terima aja cintanya si Rey. Loe juga suka kan sama dia.” Teriak Alea
              “TErima.. Terima.. Terima.. Terima.” Teriak mereka
              “Ok deh Rey, gue mau jadi cewek loe.” Ucap Alexa
              “Makasih ya Lex.” Kata Rey sambil memeluk Alexa
              “Hoorreeeee..” Teriak semuanya
              “Ternyata dari sebuah balapan dan permusuhan, bisa buat seseorang saling suka ya.” Komentar Alea
              “Betul itu.” Tambah Rama.
              “Untuk mengenank malam ini, kita namakan tempat ini ‘Racing Love’. ” Karena di tempat ini kita biasa balapan en salah satu dari kita semua menemukan cinta.” Terang Vito sambil membuka minuman kaleng yang di pegangnya dan menghamburkannya.
              “Setujuuu……..”
              “thank’s ya semua udah banyak bantu.” Ucap Rey.
              “Sama-sama sob.”

              Mereka pun merayakan malam itu dengan penuh gembira. Tak ada lagi permusuhan diantara mereka seperti dulu. Kini mereka menjadi sahabat. Rey dan Alexa menjadi pasangan paling bahagia malam itu.
∆∆ The End ∆∆


           Maaf apabila cerpen nya tidak begitu bagus. Gue hanya manusia biasa yang kadang banyak kesalahan. Kritik dan saran nya ditunggu. J


=========================================================
Nama : Yunietha Sari Mangalla
Email : iechiegochocholate@ymail.com
FB : yurievirca@yahoo.co.id  (Yunietha Iechiego shiie’VircanKimbum)
Twitter dan koprol : inyun_iechiego
Plurk : iechiego
Blog : yurieichigeky.blogspot.com
=========================================================
Share :

Ingin berlangganan artikel terbaru dari kami? Silahkan isikan alamat email Anda pada kolom di bawah ini:

Delivered by FeedBurner

Komentar Facebook: