Jul 3, 2011

Cerpen Cinta: Kau Memang Untukku

Kau Memang Untukku
oleh: Rizka Maulida
          Di malam minggu ini aku sendiri, tak seperti malam minggu-malam minggu sebelumnya yang terasa sangat berarti saat aku bersama cintaku pergi jalan-jalan ke taman menghabiskan malam berduaan. Kini semua tinggal kenangan, sejak 3 hari lalu Romi memutuskan hubungan denganku. Mamahnya tidak suka kalau dia berhubungan denganku, Ia bilang Romi harus mengikuti pilihannya. Padahal akupun belum sempat bertemu mamahnya, lalu di mana letak kesalahanku ? ya.. Mungkin ini memang takdirku.
***

          Satu bulan sudah aku kehilangan Romi yang kusayangi. Aku tak berani mencari pengganti Romi, karena Ia lah ‘My First Love’ aku sangat… sangat… menyayanginya. Romi lah yang selalu perhatian sama aku karena mamah aku selalu sibuk begitupun papah mereka bolak-balik luar negeri ngurusin bisnisnya.

          Hari-hari terasa hampa kulalui, hingga sahabatku Rasel bertanya “ Inka, apa kamu gak bisa cari pengganti Romi. Di luar sana banyak cowo yang lebih baik darinya. Kalo kamu mau mulai dari awal, mulai aja lewat dunia maya. “ Itulah kata-kata yang diucapkan Rasel kemarin sore.. Aku pun tertarik untuk mencobanya.

          Malam hari aku membuat account baru hanya saja menggunakan nama samaran yaitu “Princess Alone”. Setelah melihat-lihat orang yang bisa diajak untuk chattingan, entah mengapa aku tertarik untuk memulai pembicaraan bersama “ Prince Alone “. Apa karena nickname kita di situ sama ? atau apalah tak penting. Saat itu kuhabiskan malam dengan chatting bersamanya.

          Hari demi hari aku merasa bahwa aku menyukai “Price Alone” itu. Ia selalu menemaniku curhat, berbagi cerita dan banyak lagi. Ia sangat baik dan pengertian hingga mengingatkanku pada Romi, namun aku meredam perasaan ku untuk Romi. Dua minggu aku selalu chatting dengan “Price Alone”, kitapun berniat ketemuan untuk bertanya nama asli dan mengenal lebih dekat. Besok, tepatnya jam 9, kita bertemu di Taman kota. Ia akan mengenakan celana hitam dengan kemeja putih kotak-kotak . Aku bilang aku akan emnggunakan dress biru. Malamnya, aku tak bisa tidur memikirkan untuk hari esok, namun tak terasa akhirnya aku memejamkan mata.

***

          Pagi yang kutunggu akhirnya datang juga, jam menunjukkan pukul 08.00 aku pun bersiap-siap. Teng.. teng.. teng.. selesai berdandan waktu menunjukkan tepat jam sembilan. Aku pun cepat-cepat keluar rumah dan memimta Pak Amir sopirku untuk ngebut ke taman kota. 15 menit berlalu , sampailah aku di taman kota. Aku berusaha mencarinya, hingga mataku tertuju pada si cowo berkemeja putih itu. Aku yakin ia lah si prince, aku berjalan mendekati sambil berbalik badan. Setelah sampai di sampingnya, kita saling membelakangi. Ia memulai percakapan “ Hai Princess. “
“ Hai Prince “ aku menjawab. Namun aku merasa aneh, sepertinya parfumnya sudah familiar bagiku. Aku merasa, itu adalah parfum yang kubeli di Paris dan kuhadiahkan kepada Romi. Tapi aku berfikir positif mungkin saja sama.
“ Sebenarnya, walau hanya chatting aku menyukaimu Princess. Maukah kau menjadi princess ku ?” Tanya Prince
“ Sejujurnya akupun menyukaimu , jika kau yang meminta baiklah aku mau menjadi pacarmu . Sekarang ayo kita balik badan .” Ajakku pada pacarku ^_^

          Akhirnya kitapun balik badan. Aku mematung saat melihat wajahnya, ternyata dia Romi. Romi menatap mataku yang mulai meneteskan air mata.
“ Inka… “ Romipun langsung memelukku. Aku pun menangis di pelukan Romi, begitupun Romi Ia tak kuasa menahan air mata yang mulai menetes perlahan.

          Sungguh betapa indahnya kejadian ini, aku berusaha melupakan Romi. Aku mencari cinta yang baru , namun tetaplah Romi cintaku. Ini belum berakhir, Romi pun berkata kepadaku
“ Inka , aku tak bermaksud buat lakuin ini sama kamu. Tapi aku bener-bener gak tau kalu princess yang selama ini aku sayangi kamu. Inilah yang namanya takdir. “
“ Tapi Rom… Mamah kamu kan gak setuju sama hubungan kita “ jawabku
“ Gak apa-apa In, mamah kan belum pernah liat kamu dia belom kenal kamu. Kita coba ngomong baik-baik. “ Romi memohon
“ Ma’af Rom aku gak bisa ,” Aku pun menolak tawaran Romi dan meninggalkannya sendiri. Sebenarnya aku ingin bersama Romi, tapi aku tak mau kalau ada yang menentang hubungan kita. Selangkah demi selangkah terasa berat kuangkat kaki ini, meninggalkan orang yang kusayangi. Tiba-tiba Romi memanggilku.
“ Inka Tunggu.. “. Aku pun menoleh.
“ Aku minta Nope kamu …” pinta Romi

          Aku pun berlari menjauhinya, sebenarnya aku benci melakukan ini. Aku meninggalkan orang yang sangat kusayangi kedua kalinya.

***

          Aku pun kini sendiri lagi, aku tak mau mencari cowo lewat dunia maya lagi. Aku pun mengikuti maunya mamah yang ingin mencarikan pacar untukku. Ia akan menyuruhku berpacaran dengan anak teman bisnisnya, aku menyanggupinya untuk datang bersama mamah ke rumah temannya itu. Keesokan harinya aku dan mama sampai di rumah temannya, kami pun disambut bak Ratu . Aku disuruh menunggu di halaman belakang, ya.. aku menurut saja. Beberapa menit aku menunggu, aku mencium wangi parfum itu lagi, parfum yang kuberi pada Romi. Saat aku menoleh ke belakang, ternyata benar itu Romi.
“ Romi … ngapain kamu di sini ?” tanyaku
“ Kamu yang ngapain di sini? Ini rumah aku kali .” jawab Romi
         
          Tiba-tiba Bibi menyuruh kami masuk ke ruang tamu . Kami pun ke sana.
“ Yaampun jeng putrinya manis sekali . Siapa namanya ?” Tanya mamah Romi.
“ Inka Jeng. Oh iya jadi gimana ni sekarang acara perjodohannya ?” Tanya mama ku
“ Perjodohan ?” Spontan aku dan Romi mengucapkan kata yang sama.
“ Jadi, sebab mama suruh aku putusin pacar aku, supaya aku pacaran sama Inka ?” Tanya Romi
“ Iya sayang , gimana pilihan mama ?”
“ Kalo gitu gak usah dijodohin pun , kita udah berjodoh.” Kata Romi
“ Maksud kamu apa Rom ?” Tanya Mama nya
“ Inka adalah cewe yang mama gak suka, dia pacar aku yang dulu mamah suruh aku buat putusin dia. “ jelas Romi
“ Yaampun Rom.. Kalo mama tau Inka anaknya Jeng sisca, mama juga gak akan ngelarang kalian ko, ma;afin mama yah Rom. Ma’afin tante yah Inka .” Kata Mama Romi dengan nada memohon
“ Gak apa-apa ko tante, kan sekarang aku sama Romi udah dibolehin pacarankan ?” tanyaku
“ Iya donk boleh .” kata para mama kompak
“ In.. Ke taman Yuk ?” ajak Romi padaku
Kitapun pergi meninggalkan para Mama.

          Di taman kemudian. “ Inka.. Kamu masih sayang gak sama aku ?” Tanya Romi
“ Ya.. Masih Rom ..” jawabku pelan
“ Kita emank ditakdirin untuk selalu bersama yah .”
“ Maksud kamu Rom ?”
“ Awal kita putus karena mamah aku pengennya aku pacaran sama pilihan dia, kita putus. Aku mencoba cari cewe untuk pengganti kamu lewat YM, pas ketemuan sama cewe itu ternyata dia kamu. Dan ternyata orang yang mau mama pacarin sama aku.. Ya Kamu…” jelas Romi
“ Betul  juga Rom.. Sejauh apapun kamu pergi….. “
“ Kamu tetap Untukku “ Kata kita bersama-sama……

          Hari itupun kami bersenang-senang berdua, serasa di dunia itu hanya ada kita berdua. Aku bener-bener yakin kalau Romi adalah tujuanku, cintaku, belahan jiwaku, dan pemilik hatiku.

THE END


--------------------------------------------------------------
Penulis:
Rizka Maulida
Fb: Rizka Maulida
Twitter : @Riz_24
Baca juga: Puisi Rizka Maulida
--------------------------------------------------------------