Apr 21, 2011

PERJALANAN CINTAKU YANG MENYAKITKAN

Hmmmh, sepertinya yang satu ini bukan cerpen, baik cerpen cinta maupun cerpen lainnya. Melainkan curahan hati yang dikemas lewat sebuah cerita cinta. Dan sepertinya diambil dari perjalanan cinta penulisnya. Upsss. sori kalo salah (^_^)

PERJALANAN CINTAKU YANG MENYAKITKAN

Saat pertama aku mencintai seseorang,cinta ini tulus ku berikan padanya. Aku selalu berusaha untuk membuatnya bahagia. Saat itu kita saling mencintai. Bahagia ataupun susah kita tanggung bersama. Saat itu terjadi masalah dalam keluargaku,orang tuaku melarang untuk kita pacaran. Dia selalu di sms dengan kata-kata yang menyakitkan. Sebenarnya aku tidak ingin semua ini terjadi,karena aku sangat mencintainya. Dia berjanji akan tahan dalam masalah ini. Ternyata dia membohongi aku. Selama 1,5 tahun hubungan kita mulai renggang.


Dia mulai melarang aku untuk menghubungi dia. Firasatku mengatakan bahwa dia berpaling dariku. Selain itu dia selalu menghina aku didepan teman-teman. Bahkan dia tidak menganggap aku sebagai ceweknya. Allah maha adil, setelah aku berdoa dan terus berdoa akhirnya semua terbongkar, aku melihat di hp ternyata ada sms, tapi nama kontak di hp itu dikasih nama siapa ya? Aku curi nomor itu, aku sms dan lama-lama dia bilang sama aku bahwa dia itu mantan pacarku. Aku heran dan sangat kaget, karena cowok aku bilang bahwa aku cewek pertamanya. Saat itu aku marah, sangat marah. Rasanya aku ingin pergi dari kehidupan ini. Tapi banyak teman-temanku yang memberi nasehat untukku. Aku bertahan meski dia menyakiti aku.

Dua minggu kemudian aku tahu 1 hal lagi, yaitu dia selingkuh lagi. Rasanya aku tidak dianggap dan aku selalu tersakiti. Aku masih bertahan dan aku berdoa agar dia sadar. Akan tetapi aku mengetahui lagi bahwa dia selingkuh lagi. Ternyata dia selingkuh lagi sampai 4 kali. Ya Allah hati ini hancur, hancur dan hancur. Setelah itu keluar dari mulutku, bahwa dia atau Rizky akan mengejar aku sampai kapan pun setelah aku memutuskannya.

Setelah itu aku jatuh cinta pada temanku Dwi, dia juga teman Rizky sewaktu SMP. Rasanya dia selalu membuatku tersenyum dan bahagia. Malam minggu dia mengajak aku main. Dan disaat itu dia mengatakan cinta pada aku. Hari itu aku sangat bahagia. Akan tetapi aku belum memutuskan Rizky yang telah menyakitiku. Lama-lama cinta pada Rizky hilang, dan akhirnya aku memutuskan dia. Dia saat itu menagis dan menyesal telah membuatku sakit.

Aku tak menghiraukannya dan aku pacaran sama teman SMP ku ini. Kita jalani hubungan ini dengan baik. Saat aku akan pergi kerumahnya, aku telpon yang angkat telpon ibunya. Ibunya bilang kalau Dwi tidak boleh pacaran sebelum kerja. Akhirnya kita putus, hati aku sakit karena kehilangan orang yang sangat ku sayang. Tak lama kemudian dia minta balikan sama aku. Pastinya aku mau, tapi kita pacaran secara diam-diam tanpa ada yang tahu. 

Setelah 5 bulan kita menjalin hubungan ini, mamak aku sms Dwi bilang bahwa aku tidak boleh pacaran. Akhirnya kita putus yang ke 2 kalinya. Dwi punya mama angkat dan mamanya itu sangat dekat dengan aku, karena guru kita saat SMP, sebut saja Bu Wiwin. Bu Wiwin saat itu marah pada aku. Karena Bu Wiwin dimarahi oleh ke 2 orang tua Dwi. Dan tak lama kemudian hubungan aku dengan Bu Wiwin mulai membaik. Bu Wiwin menanyakan semua tentang hubungan aku dengan Dwi. Akan tetapi Dwi melarangku untuk berkata jujur.

Akan tetapi bila aku tidak berkata jujur, pastinya Bu wiwin akan marah sama aku yang ke 2 kalinya. Akhirnya aku memutuskan untuk berkata jujur. Dan Bu wiwin bingung karena apa yang aku katakan dengan Dwi itu beda. Aku bilang bahwa Dwi itu sayang aku, cinta aku, ingin melamar aku jika sudah kerja nanti. Tapi dia bilang ke Bu wiwin, kalau dia tidak pernah sayang dan cinta aku. Akhirnya kita dipertemukan berdua. Aku mengatakan semuanya, mulai dari awal sampai akhir. 

Sebelum itu dia berjanji pada Bu wiwin akan jujur. Saat itu dia mengatakan bahwa dia sebelum katakan cinta sama aku, dia sudah punya cewek. Dia bilang dia sayang banget sama pacarnya itu, dia tidak bilang siapa nama ceweknya. Ternyata dia macarin agar semua orang tahu, bahwa dia pacaran sama aku, bukan sama ceweknya itu.

Sakit, hancur, dan menangis saat itu juga. Rasanya aku hanya dipermainkan saja oleh para lelaki, padahal aku sayang dan cinta itu tulus dari lubuk hatiku. Tapi apa selama aku pacaran tak pernah aku mendapatkan kebahagiaan dan cinta yang sebenarnya. Apa dibalik semua ini? Aku hanya bisa sabar dan tabah dalam menghadapi semua cobaan ini. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk aku. Dan menyadarkan mereka yang telah menyakitiku.
****

Syincia Ruggeri
syincia_cute@yahoo.co.id