Feb 27, 2011

Puisi-Puisi Siti Yuningsih

Kumpulan puisi Siti Yuningsih

pujangga cinta


tak ada yang indah jika kau berharap lebih
tak ada yang abadi jika kau berharap memiliki
dan tak akan ada yang sempurna jika kau selalu membandingkannya


semua akan terasa indah jika kau lakui dengan ikhlas
semua akan abadi jika kau menyimpannya dalam hati
dan akan terasa sempurna jika kau tutupi kekurangannya dengan kelebihan yang dia miliki


seperti cinta untuk seorang kekasih
tapi ini bukan cerita cinta anak remaja
bukan pula cerita cinta romeo & juliet
tapi ini cerita perjalanan cinta seorang pujangga




mencari cinta


telah lama aku mencari
sebuah cinta yang ku nanti
tapi apakah mungkin cinta itu kutemui
cinta yang karena hati bukan nafsu birahi


sekian lam aku mencari
begitu banyak pria kutemui
tapi tak satupun kudapati
cinta sejati dari ketulusan hati
Tuhan Engkau maha mengetahui
dan Engkau pula maha mengasihi
pantaslah Engkau sucikan cinta ini
dalam sebuah ikatan pernikahan yang suci
agar satu antar kami dapat saling terlindungi


dari seribu tipu muslihat iblis di bumi
agar kami tidak terjerumus ke dalam bara api
yang akan membakar seluruh tubuh kami
akibat ulah iblis yang menipu kami




pagi yang tak kunjung datang


Duniaku dipenuhi oleh gelapnya malam
tak ada siang karna mentariku tertutp awan kelabu
cahayaku redup karna sang gelap telah menutupinya
tapi bukan sunyinya malam yang kurasa
tapi bising ombak pantai yang terdengar di telingaku
bukankah aku seperti di pantai yang indah pemandangannya
ternyata bukanlah pantai melainkan hutan belantara
kini aku resah menunggu datangnya pagi
karna sampai saat ini pagi belum datang menjemputku
kurindu akan cahya mentari yang terangi duniaku
karna dengan terangnya aku bisa tahu di mana aku saat ini


karna cahuya mentari kan hangatkan ku dari dinginnya malam
ingin rasanya aku menutup mata agar tak lama kumenantinya
agar jika kubuka mata ini kulihat mentari pagi menyambutku agar gelap malam yang selimuti ku hilang
dan berganti cerahnya pagi warnai hariku
sungguh kumerindukan saat itu, tak sedikitpun kusenang dengan kebutaan ini
gelap yang selimuti diriku, dingin yang selalu kurasa, dan bising yang selalu terdengar


Andai kumenunggumu dengan seeorang disampingku
mungkin tak seresah ini aku menunggumu
dan tak selemah ini diriku
kubutuh dia disampingku
untuk menunggumu tanpa rasa khawatir dihatiku
aku takut jika kutak sanggup lagi menunggumu
tak akan ada yang tahu ku hilang dalam kegelapan
dan tak akan ada yang dapat bercerita padamu tentang malam itu
betapa letih dan takutnya aku menunggumu.


Kumpulan Puisi >> Puisi Persahabatan >> Puisi Patah Hati >> Puisi Romantis >> Puisi Rindu >> Puisi Sahabat >> Puisi Ibu >> Puisi Lucu >> Puisi Sakit Hati >> Puisi Perpisahan >> Puisi Putus Cinta >> Puisi Sedih >> Puisi Bahasa Inggris >> Puisi Sunda >> Puisi Cinta Kahlil Gibran >> Puisi Harapan >> Puisi Kehidupan >> Puisi Kangen >> Puisi Humor >> Puisi Gombal >> Puisi Jatuh Cinta >> Puisi Hujan