Jan 10, 2011

Kumpulan Puisi Tata Apin

ingin ku, sang api

kepada sang kekasih...
aku terdiam ketika menatap sang api
bukan aku yang memulai petaka
bukan aku yang melerai duka
sejenak aku memang memulai,tapi dulu
ketika semua tak akan pernah tau akan menjadi luka
bukan aku,tapi gelora mu yang mencari api

diam saja,aku menangis bukan karnamu mendua
bodoh saja,aku yang selalu mencintai tapi aku yang disakit
jika aku bisa bertemu sang api maka aku akan berkata
"tolong bunuh saja aku, tapi jangan cinta ku"
tapi api tetap saja akan terkekeh
ya,,tentu saja dia tau
dia tertawa seolah air tak akan menyentuhnya
dia seolah tau bahwa angin tak akan berhembus

aku mencoba melebur...
tak semudah itu menjadi embun
tak semudah itu menjadi pelangi
sedangkan kau terus berusa mencari api
jangan lagi,aku juga inginkan menjadi api
tapi bukan api mu yang menyakitkan
hanya api kecilmu yang menghangatkan hati mu


bukan aku, hanya untuk mu

beginikah caramu memujaku
beginikah caramu mencintaiku
lantas untuka apa aku berharap
jka sejatimu bukan untuk meraup tulusku
lantas untuk apa pondasi-pondasi ini masi kau sangga hingga kokoh

kemana?
belaian ragamu tak pernah lagi berkunjung
dimana?
kau tores satu hati yang berdetak
masih dengan lukaku,seolah kau bisu atasku
semoga aku tak mati karnamu

lantas untuk apa?
tak ada lagi cahaya yang menyapaku
sedangkan tubuhmu masih ku ingin dalam impiku
salahkah,jika aku terlalu berharap?
kadang cintamu tak kunjung merekah
tapi aku mengecup hidupmu dengan tulus ku,tulusmu


dua hati satu cinta, kamu!

mati rasa ini,kau dustai aku dengan lihai mu
kemana dirimu yang dulu tak pernah berdusta
kemana perginya hati sang pecinta yang tulus
berapa lama lagi aku menanti,sejak senja tak lagi bewarna
kemana kan ku cari kebenaran
sedangkan kau bungkam atas tingkah mu

hanya saja kebenaran berusaha berkata
aku masih meyakinimu
bukan tubuh ku saja yang berdosa tapi sikapmu
aku ini perumpuan yang tak pernah bisa bahagia
kemana janji-janji sucimu dulu?
dua tangan di antara kitab suci kau ucapakan ikrar mu
pedih.wahai sang pecinta!

bunuh antara aku atau dia
dia juga terluka karna mu
tapi ku cukup yakin kau juga melukai ku
kering keyakinan ini,
seiring berapa banyak lagi perempuan yang kau minta untuk jadi kekasih mu
sedangkan hati ku,masih mencoba bertahan untuk tetap mencintai mu
tetap mencintai mu walau harus beralas duka