Cara Mutusin Pacar Yang Baik

Bersama Sukses
Cara mutusin pacar tanpa nyakitin itu ternyata omong kosong! Itulah kenapa saya memilih judul cara mutusin pacar yang baik dan benar. Faktanya, yang namanya putus cinta tetap saja sakit. Meskipun sedikit, rasa sakit itu tetap ada. Terutama pada orang yang diputusin. Tapi, rasa sakit itu bisa kita minimalkan bila vonis putus dilakukan dengan cara yang baik dan benar. Kamu tentu tidak mau hubungan asmara kamu dengan pacar berujung dengan permusuhan dan rasa dendam setelah kalian putus.

Nah, buat kamu yang berniat mutusin pacar kamu atau mengakhiri hubungan, silahkan baca dulu artikel mengenai tips dan cara bagaimana mutusin pacar yang baik dan benar berikut ini. Diharapkan cara-cara berikut ini bisa meminimalkan kemungkinan perasaan sakit hati sama dia yang kamu putusin.


1. Cari waktu yang tepat

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan waktu yang bagus untuk mengatakan putus padanya. Sebetulnya hal tersebut bisa dilakukan kapan saja, tetapi sebaiknya hindari mengatakan putus melalui e-mail, sms, telepon atau saat ia sedang mengendarai mobil. Bisa bahaya nanti. Pilihlah tempat yang membuat kamu bisa bicara serius dengannya.

Mengenai kapan saat tepat dan saat yang tidak tepat untuk memutuskan hubungan, akan saya bahas secara mendetil di artikel berikutnya.

2. Jangan menggunakan kata-kata kasar

Hindari mengeluarkan kata kasar saat kamu memutuskan hubungan dengannya. Bersikaplah dewasa dan usahakan putus secara baik-baik. Jika sikapnya cenderung memojokkan dan memancing emosi langsung pertegas keputusan kamu dan tinggalkan dia. Karena, sikap buruknya tentu malah meyakinkan keputusan kamu untuk putus.

3. Apa alasan kamu mutusin dia

Ketiga, ungkapkan alasan mendasar mengapa kamu ingin mengakhiri hubungan. Jangan ungkapkan alasan klise seperti "kita tidak cocok", "kamu terlalu baik untukku" atau "aku tidak bisa membahagiakanmu."

Katakan saja hal yang sesungguhnya mengapa kamu ingin mengakhiri hubungan. Jangan berbohong untuk tidak membuatnya sakit hati karena alasan apapun yang kamu gunakan untuk memutuskannya pasti menyakitkan.

4. Siap dengan Reaksinya

Respon setiap orang berbeda-beda saat mendengar kata putus. Dia bisa saja marah-marah, memaki, atau bahkan melecehkan kamu. Tetapi ada juga yang menangis dan mengiba agar kamu tidak memutuskan hubungan. Jangan sampai keputusan kamu menjadi goyah karena sikapnya yang bisa saja atau hanya berpura-pura.

Untuk itu pertimbangkan matang-matang sebelum kamu ingin mengakhiri hubungan. Kalau keputusan dibuat dengan pertimbangan yang matang, respon apapun yang dibuat oleh pacar kamu tidak akan mungkin merubah keputusan kamu

Nah, itulah cara-cara mutusin pacar yang baik dan benar. Semoga membantu dan semoga berhasil. Jomblo deh..!
Ditulis oleh Lukas Gentara

Masukkan email kamu untuk mendapatkan update artikel terbaru:

Delivered by FeedBurner

7 komentar untuk "Cara Mutusin Pacar Yang Baik"

  1. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Saya sih orangnya gak tegaan....

    ReplyDelete
  2. @alamendah
    Jadi, mending nunggu diputusin aja, ya Gan???

    ReplyDelete
  3. kalo rasa itu masih kuat ... gimanapun caranya pasti ada rasa sakit hati ato kecewa

    ReplyDelete
  4. @Arai
    pasti itu gan. Makanya saya bilang mutusin pacar tanpa nyakitin itu omong kosong.

    ReplyDelete
  5. saya orang nya ga tegaan gan, sebetul nya saya uda ga ada perasaan apapun sama dia. dia ga mau mutusin saya, dia mau nya di putusin sama saya.
    tapi saya nya tuh ga tega gan mutusin nya. keluarga saya juga uda ga setuju saya pacaran lagi sama dia tuh gan.

    ReplyDelete
  6. *dalam kalut*

    ;-(

    saya menyayanginya, namun masa lalunya yang membuat saya sulit untuk menerima sebagai istri saya kelak.
    Begini :
    masa lalunya kelam, pernah pacaran 13 kali dan dengan masing-masing mantannya tsb selalu melakukan hub. seks (bukan 13 kali, tetapi dengan 13 orang) saya orang yang ke-14, yang saya sendiri tidak separah itu, dia orang yg ke-2 saya (yg berhubungan seks dgn saya). Kejujurannya saya hargai, (sulit mencari orang yg jujur saat ini), namun masa lalu itu berat untuk saya (mungkin tidak buat orang lain).
    kejujurannya sedikit terlambat, karena kami sudah melakukan hub. seks. jika dia cerita dari awal, saya pasti tidak bisa menerimanya. (saya melakukan hub. tsb cuma dengan orang yang yakin saya pilih menjadi istri). begitu juga yang pertama (sayang Tuhan lebih dulu mengambilnya).
    Sekarang, saat saya dalam kalut dgn masa lalunya, saya sering menyakiti hatinya dgn selingkuh (pura-pura, dgn meminta temen cewek untuk mnjadi selingkuhan saya _mengaku melakukan seks juga_), dia sakit (saya sangat tau itu), namun dia tetap bersikukuh untuk tidak memutus saya, dan mengijinkan saya selingkuh.
    sering mencoba berbicara halus dan apa adanya kalau saya sulit menerima masa lalunya dan ingin berteman tetapi selalu saja saya tidak tega melihat air matanya (saya masih punya hati).

    *tolong solusinya*

    ReplyDelete