7 Cara Menyikapi Kegagalan untuk Meraih Kesuksesan

Apakah anda pernah mengalami kegagalan? Apa yang anda lakukan ketika mengalami kegagalan? Apa yang muncul di benak anda ketika mengalami kegagalan?

Pengarang terkenal James Allen pernah mengatakan "seseorang itu seperti apa yang ia pikirkan, dan karakter seseorang adalah jumlah keseluruhan dari seluruh pikirannya."

Apa yang anda pikirkan mengenai kegagalan menentukan bagaimana kegagalan mempengaruhi anda. Karena anda akan menjadi sebagaimana perspektif anda. Maka sangat relevan bagi anda (bahkan bagi semua orang) untuk memiliki konsep yang sehat dan positif dalam menyikapi kegagalan.

Kegagalan bukanlah sesuatu yang dapat dihindarkan
Selama ada proses pengembangan diri (belajar) dalam hidup manusia maka kegagalan akan selalu ada. Malah kegagalan adalah bagian integral dari proses belajar itu sendiri. Menghindari kegagalan adalah usaha untuk menjadi yang sempurna. sebuah kondisi yang tidak mungkin dicapai oleh manusia mana pun. Berbeda dengan kesempurnaan (excellence), di mana kegagalan bisa terjadi di tengah prosesnya. Kesuksesan dimulai dengan menghadapi kegagalan dengan benar, bukan dengan menghindarinya.


"proses belajar adalah efektif justru ketika proses itu menyertakan kegagalan di dalamnya. Cobalah sesuatu yang baru dan jika hal itu tidak berjalan dengan baik, perbaikilah dari awal." (Prof. Dave Feyberg)


"ketika kita memberikan ijin kepada diri kita untuk gagal, maka pada saat bersamaan kita memberi kesempatan kepada diri kita untuk sukses." (Elois Ristad)


Kegagalan hanya sementara dan bisa diubah
Kegagalan juga sebenarnya sebuah proses bukan event. Mengalami kegagalan (event) belum berarti benar-benar gagal. Karena kegagalan yang sesungguhnya adalah suatu proses panjang di mana kita bereaksi negatif terhadap masa lalu sehingga menimbulkan siklus kegagalan yang terus berulang. Apa yang anda lakukan saat anda tersandung dan jatuh? Berusaha untuk bangkit kembali tentunya. Demikian pula dengan kegagalan. Selama proses kehidupan anda belum selesai maka kegagalan selalu dapat diubah menjadi kesuksesan.


"sukses adalah sebuah proses, bukan event" (Zig Ziglar, motivator speaker)


Kegagalan memberi banyak pelajaran
Paling tidak, kegagalan selalu menawarkan tiga pelajaran yang sangat berharga bagi kita; kebijaksanaan, kerendahan hati, dan sikap mau terus belajar. Di luar itu pun ada banyak hal yang biasa dipetik. Thomas Alva Edison dikenal memiliki 3500 catatan tulisan tangan yang memuat semua penemuannya mulai dari ide awal , perbaikan sampai proses akhir. Temuan arsip tersebut menunjukkan bagaimana Edison mampu mengkombinasikan pelajaran yang ia dapat dari kegagalan dalam proyek untuk diterapkan dan berhasil dalam proyek selanjutnya. Kegagalan selalu adalah sebuah pelajaran multidimensi yang berguna untuk kesuksesan.


"kegagalan sangat berguna bagi saya. Setiap hal yang saya pelajari mengenai  coaching (kepelatihan) saya peroleh dari kesalahan-kesalahan saya" (Rick Pitino, pelatih NBA)


Terimalah tanggung jawab untuk kegagalan anda
Dalam bukunya Failling Forward, John Maxwell menulis bahwa ketika kegagalan terjadi kita perlu menanyakan kepada diri sendiri, siapakah penyebabnya. Jika ternyata penyebabnya adalah diri kita sendiri, maka kita harus belajar menerima tanggung jawab atas kegagalan itu, berapa pun persentasenya.


"menerima tanggung jawab atas kegagalan memungkinkan kita untuk mampu menerima tanggung jawab untuk keberhasilan"  (Ed Cole)


menerima kegagalan dan tanggung jawabnya akan membuka mata kita akan kekuatan dan kekurangan diri. Dan membimbing kita untuk bertindak lebih realistis di masa depan.


"kegagalan adalah kesempatan terbesar saya untuk dapat mengenal diri saya yang sesungguhnya"  (John Killinger)


Belajar untuk tidak takut gagal
Kegagalan seringkali disertai rasa tertolak yang dalam. Perasaan bahwa semua orang menolak diri anda bahkan diri anda sendiri. Mereka yang bangkit adalah mereka yang tidak mendasarkan kelayakan diri (self worth) di atas kinerja. Belajarlah memaafkan diri sendiri agar tidak terperangkap dalam ketertolakan masa lalu. Ciri utama orang yang masih terperangkap dalam ketertolakan masa lalu adalah takut gagal (fear of failur). Yang menyebabkan tidak ada lagi pertumbuhan apa pun.


"Ingatlah, masa lalu bukanlah masa depan anda" (Lisa Bavere)


Fokus pada kekuatan diri
Suatu hari pelatih tenis meja AS bertanya kepada pelatih tenis meja China mengenai rahasia keberhasilan tim Cina  dalam melahirkan pemain-pemain kelas dunia. Pelatih tenis meja Cina menjawab "Kami selalu fokus kepada kelebihan seoarang pemain dan kami terus mengasahnya secara intensif. Setelah itu kalau ada masih tersisa waktu kami akan memperbaiki kekurangannya. Tidak seperti tim anda yang terus berkonsentrasi memperbaiki kelemahan pemain-pemain anda sehingga tidak sempat mengasah kelebihannya. Akibatnya, mereka hanya memiliki kemampuan rata-rata saja."


Bangunlah kehidupan anda atas dasar yang positif bukan atas dasar yang negatif. Fokuslah pada kekuatan anda, jangan membangun diri anda atas kelemahan anda.


"yang membedakan antara pemenang dengan pecundang adalah bahwa para pemenang berkonsentrasi pada apa mereka bisa lakukan, bukan pada apa yang tidak bisa mereka lakukan" (Bob Butera, pelatih hoki)


Failling Forward ala Abraham Lincoln
Failling forward adalah istilah John Maxwell yang berarti kemampun untuk bangkit kembali setelah jatuh. Belajar dari kesalahan dan melangkah maju dengan arah yang baru. Akhirnya mari kita melihat kemampuan failling forward  Presiden Amerika serikat yang ke 16 Abraham Lincoln.


Abe (sapaan akranya) pertama kali gagal dalam bisnisnya. Lalu ia mencoba terjun ke politik dan kembali gagal dalam tempo satu tahun. Ia kembali ke dunia bisnis dan gagal lagi. Tiga kegagalan dalam tiga tahun. Setelah itu ia melamar tunangannya setelah empat tahun pacaran. Ia ditolak. Belakangan ia mulai berhubungan dengan kekasih barunya, yang akhirnya meninggal dunia.


Dua tahun kemudian ia menderita nervous breakdown. Setelah masa penyembuhan selama dua tahun, ia mencoba masuk lagi ke dunia politik. Tapi dikalahkan dalam pemilihan untuk menjadi pembicara dewan. Dua tahun kemudian ia mencoba ikut lagi dalam pemilihan tapi gagal. Tiga Tahun setelah itu ia ikut dalam pemilihan menjadi anggota kongres dan lagi-lagi ia gagal. Ia menunggu lima tahun kemudian untuk ikut pemilihan anggota, dan masih juga gagal.


Pada periode inilah anaknya yang berumur 14 tahun meninggal dunia. Abe menghabiskan 7 tahun dalam kegamangan. Lalu ia kembali ke dunia politik dalam pemilihan anggota senat. Kembali ia dikalahkan. Tahun berikutnya ia dinominasikan partainya menjadi kandidat wapres. Namun ia gagal lagi. Setelah menunggu dua tahun ia kembali mengincar posisi di senat, tapi lagi-lagi gagal. Lalu, dua tahun kemudian (1860) ia terpilih menjadi Presiden Amerika ke 16 Setelah dua puluh empat tahun perjuangannya.


Sungguh kegagalan bukanlah sebuah kekalahan..!!!





Sumber; intra
Share :

Ingin berlangganan artikel terbaru dari kami? Silahkan isikan alamat email Anda pada kolom di bawah ini:

Delivered by FeedBurner

Komentar Facebook: